Lima Orang Tewas di Kebakaran Home Industri

Ableh Sempat Pulang ke Rumah Sebelum Ditemukan Tewas Terpanggang

Suliasih, istri korban usai pemakaman. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Salah satu korban kebakaran maut di pabrik cemilan Jalan Raya Candi V, Karang Besuki, Sukun, Kota Malang, Suwarno alias Ableh (34) dimakamkan, Kamis (5/10) pagi tadi.

Ableh merupakan satu dari lima korban tewas dalam kebakaran dahsyat yang terjadi pada Rabu (4/10) siang.

Menurut istri Ableh, Suliasih, suaminya tersebut diakuinya memang bekerja pada Samuel, pemilik pabrik cemilan dan bengkel tersebut. “Suami saya sudah bekerja untuk ngelas sejak SMP. Jadi dipercaya sama Samuel,” ujarnya.

Sebelum kejadian nahas tersebut, bapak dua anak itu sempat pulang ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dari tempat kerjanya di Yayasan Mardi Wiyata. Ia bekerja sebagai cleaning service. “Cuma naruh tas terus berangkat lagi. Katanya cuma ngecek ada kerjaan atau tidak,” lanjutnya.

Memang, Ableh tidak selalu berada di pabrik Samuel. Namun, ia setiap hari pergi ke sana untuk mengecek apakah ada kerjaan atau tidak. Saat ada kerjaan di pabrik, paling lama Ableh pulang ke rumah lagi pada pukul 17.00 WIB.

Akan tetapi pada waktu kebakaran terjadi, Suliasih tidak mempunyai firasat apapun. Sampai ia menyadari suaminya tak akan pulang lagi. Dari beberapa kabar yang diterima Suliasih, Ableh sempat hendak pulang dari pabrik dan menyalakan sepeda motor.

Akan tetapi, ia kembali masuk karena mendengar ada teriakan di dalam pabrik. Saat masuk itulah muncul ledakan dan Ableh tidak bisa keluar sampai ditemukan tewas.

“Saudara saya yang kasih tau. Katanya dia mau nolong temannya yang wanita di dalam. Tapi malah gak bisa keluar,” katanya sambil menahan sedih.

Kini Suliasih hanya tinggal berdua dengan anaknya yang masih SMP. Sedangkan anaknya satu lagi sudah berumahtangga. Ia berharap ada tanggung jawab dari pemilik pabrik, Samuel, agar bisa membantu membiayai sekolah anaknya sampai tuntas.

“Tapi sampai sekarang belum ketemu sama pak Samuel. Anak saya masih kelas 8 SMP,” tambahnya.

Sementara itu, menurut Yudi, salah satu korban selamat dari kebakaran maut, menuturkan bahwa Ableh memang berada dalam pabrik. Ia tak melihat temannya itu keluar dan kembali lagi.

“Dari awal dia di dalam, tidak bisa keluar. Saya sama Taufik yang lari,” tandasnya.

Saat ini polisi masih mendalami kebakaran tersebut. Tim Labfor Polda Jatim pun diterjunkan untuk mengetahui persis apa penyebab kebakaran pabrik.(Der/Yei)