MALANGVOICE- MIN 1 Kota Malang resmi membuka kegiatan Weekend Experience 2026 pada Sabtu (11/4). Program ini dirancang sebagai upaya penguatan keterampilan berbahasa asing sekaligus pembentukan karakter siswa melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
Kegiatan hari pertama diikuti seluruh siswa kelas III, mulai dari kelas 3A hingga 3I. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara MIN 1 Kota Malang dengan Kampung Keminggris Blitar sebagai mitra pelaksana, serta didukung oleh paguyuban orang tua siswa dan komite madrasah.
Sejak pagi, suasana lapangan madrasah tampak semarak dengan puluhan tenda camping berwarna kuning yang berdiri rapi. Hiasan bendera segitiga warna-warni turut memperkuat nuansa ceria khas kegiatan luar ruang.
Pantau Langsung MBG Prasmanan Perdana di MIN 2, Wali Kota Malang Ikut Makan Bareng Siswa
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Abdul Mughni, M.Pd. Pembukaan kegiatan ditandai dengan seremoni pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian Weekend Experience 2026. Kegiatan ini juga bertepatan dengan bulan peringatan Hari Jadi Kota Malang.

Dalam sambutannya, Abdul Mughni mengapresiasi inovasi yang dilakukan MIN 1 Kota Malang. Ia menilai program tersebut mampu membentuk karakter siswa sebagai generasi yang tidak hanya mencintai bangsa, tetapi juga siap menjadi warga dunia.
“Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk percaya diri, khususnya dalam menggunakan bahasa Inggris, serta membangun karakter kebersamaan dan religiusitas,” ujarnya.
Selain itu inovasi yang dilakukan MIN 1 Kota Malang dikatakannya bisa membantu para siswa dalam menjawan tantangan yang ada saat ini hingga masa mendatang.
“Apa yang dilakukan MIN 1 ini sebagai terobosan dalam menyiapkan anak-anak menghadapi masa depan nanti di mana bahasa asing jadi instrumen perlu dikuasai,” lanjutnya.
Karenanya, apa yang dilakukan MIN 1 ini semoga bisa dicontoh lembaga pendidikan lain untuk ikut menyiapkan generasi penerus yang mumpuni dalam banyak bidang.
“Saya sambut sangat baik program yang dilakukan MIN 1 sebagai lembaga yang terus berinovasi. Karena inovasi dan kreativitas MIN 1 ini jadi upaya jawab tantangan zaman sekarang,” ucapnya.

Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj. Siti Aisah S.Ag., M.Pd., membuka acara dengan sapaan bahasa Inggris, “How are you today?” Ia menegaskan bahwa selama kegiatan berlangsung, siswa didorong untuk aktif menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas.
Dalam kesempatan itu, Siti Aisah menjelaskan Weekend Experience 2026 merupakan bagian dari penguatan pembelajaran intrakurikuler yang dikembangkan dalam bentuk kokurikuler.
“Ini inovasi baru kami dalam penerapan pembelajaran yang lebih hidup. Bahasa Inggris tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi kami ciptakan ekosistem berbahasa yang menyenangkan agar anak-anak merasa bahwa belajar itu tidak sulit,” ujarnya.
Kegiatan Weekend Experience 2026 mengusung tema “Fun English, Strong Character, Green Madrasah”. Program ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahap, yakni kelas III pada 11 April 2026, kelas IV pada 12 April 2026, kelas I pada 25 April 2026, dan kelas II pada 26 April 2026.
Ketua pelaksana kegiatan, Indah Kurniawati, menambahkan Madrasah Weekend Experience dirancang untuk memperdalam materi yang telah diterima siswa di kelas. Ia menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi ruang penguatan kompetensi yang belum maksimal dalam pembelajaran harian.
“Setiap sesi memiliki tujuan yang jelas, baik dari sisi akademik maupun karakter. Kami susun kegiatan agar mampu menyentuh delapan dimensi pembelajaran sekaligus lima nilai utama yang ingin ditanamkan,” jelasnya.
Dalam praktiknya, siswa tidak hanya belajar berbicara Bahasa Inggris, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas seperti kerja kelompok, permainan edukatif, hingga pembuatan karya kreatif. Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk berkolaborasi, berpikir solutif, dan berani mengekspresikan diri.
Indah juga menekankan pentingnya pembiasaan nilai dalam aktivitas sederhana. Misalnya saat makan bersama, siswa diajak memahami makna bersyukur, disiplin antre, serta berbagi dengan teman. Begitu pula dalam kegiatan kebersihan, siswa dilatih memiliki kepedulian terhadap lingkungan tanpa membedakan milik pribadi atau bukan.
“Kami ingin nilai-nilai ini tidak hanya dipahami, tetapi menjadi budaya yang melekat pada anak-anak,” tutupnya.(der)