MALANGVOICE- Pemkot Malang meluncurkan baju khas daerah di momen HUT ke-112 Kota Malang. Peluncuran itu dilakukan usai melaksanakan apel peringatan HUT pada 1 April 2026 di Balai Kota Malang.
Baju khas Malangan itu menjadi identitas baru Kota Malang yang selama ini belum mempunyai baju daerah sendiri.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, konsep yang diusung memadukan dua unsur utama, pertama nuansa kerajaan yang pernah berkembang di wilayah Malang. Kemudian diberi sentuhan era kolonial Belanda yang menjadi bagian dari sejarah kota.
Bapenda Kota Malang Beri Keringanan PBB Lahan Pertanian hingga 50 Persen
“Hari momen bersejarah. Baju khas Malangan ini filosofinya sudah dijelaskan, ada nilai histori yang memang menjadikan Kota Malang ini mulai dari wali kota pertama yang pada orang Belanda sampai dengan hari ini,” kata Wahyu.
Wahyu menambahkan baju khas Malangan ini berbeda dengan daerah lain karena memiliki ciri khas tersendiri. Termasuk dari Raden Ario Adipati Soerioadiningrat, yakni mantan Bupati Malang periode 1898-1934.
“Jadi memang kita berbeda dengan Kabupaten Malang yang memang itu kulturnya memang kerajaan. Kemudian Kota Batu yang juga memang lahir terakhir jadi memang kulturnya berbeda. Tetapi perpaduan antara kolonial dan tradisional ini di Kota Malang,” ujarnya.
Dalam proses perancangannya, Pemkot Malang menggandeng berbagai pihak, mulai dari tokoh budaya, sejarawan, pemerhati budaya hingga pelaku industri fashion. Hal ini dilakukan agar desain yang dihasilkan memiliki dasar historis dan nilai filosofis yang kuat.
Beberapa perancangnya adalah Suwarjana, Juli Handayani, Dwi Cahyono, Dr Agus Sunandar, Dimas Novib, dan Rendra Fatrisna Kurniawan.
Baju khas tersebut nantinya akan digunakan terlebih Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang. Sementara untuk penerapan lebih luas, termasuk ke kalangan pelajar, masih akan dikaji lebih lanjut.
“Ya, nanti upacara tertentu-tertentu kita akan menggunakan pakaian khas Malang seperti ini. Tidak hanya di Pemerintah Kota Malang, tadi juga dari anggota DPRD mulai dari Ketua sampai dengan anggota juga menggunakan pakaian khas Malang,” tandasnya.(der)