MALANGVOICE – Arema FC kembali meluncurkan identitas baru di tengah perjalanan musim Super League 2025/2026. Namun kali ini, yang diperkenalkan bukan hanya soal tampilan di atas lapangan.
Jersey keempat Singo Edan hadir membawa pesan yang lebih dalam, yakni kepedulian, solidaritas, dan keberpihakan pada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
Jersey anyar itu tampil dengan dominasi warna putih yang dipadukan sentuhan tipis abu-abu. Pilihan warna tersebut mencerminkan semangat baru, ketenangan, sekaligus harapan Arema FC untuk menutup sisa musim dengan penuh kebanggaan.
Tak hanya menjadi pelengkap identitas klub, jersey keempat ini juga resmi menggantikan jersey away untuk sisa pertandingan liga musim ini.
Di balik peluncurannya, ada misi kemanusiaan yang ingin ditegaskan klub. Manager Store Arema FC, Tjiptadi Purnomo, menyebut jersey ini memiliki makna mendalam bagi seluruh elemen tim dan Aremania.
“Jersey keempat ini bukan hanya tentang tampilan baru di lapangan, tetapi juga tentang kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin menjadikan jersey ini sebagai simbol nyata bahwa Arema FC dan Aremania selalu berdiri bersama, dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Komitmen itu tidak berhenti pada simbol. Arema FC memastikan 100 persen keuntungan bersih dari penjualan jersey keempat ini akan disalurkan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan secara menyeluruh dan merata setiap bulan.
Menurut Tjiptadi, langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab moral sekaligus solidaritas yang ingin terus dijaga oleh klub.
“Ini adalah komitmen kami. Seluruh keuntungan bersih akan kami dedikasikan untuk keluarga korban, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan solidaritas. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini bisa dirasakan secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Lewat inisiatif tersebut, Arema FC ingin membangun gerakan kolektif yang melibatkan Aremania di mana pun berada. Jersey ini tidak hanya diposisikan sebagai apparel atau merchandise resmi klub, tetapi juga simbol kebersamaan yang lahir dari rasa saling memiliki.
Di mata Arema FC, jersey keempat ini menjadi penanda sepak bola tidak semata berbicara soal pertandingan, poin, atau klasemen. Ada ruang yang lebih besar untuk kepedulian dan ikatan emosional antara klub dengan suporternya.
Karena itu, jersey keempat ini hadir bukan sekadar untuk dikenakan di tribun atau di lapangan. Lebih dari itu, ia menjadi simbol kebersamaan: dari Aremania, oleh Aremania, dan untuk Aremania.(der)