MALANGVOICE – Isu penjualan minyak goreng Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET) direspon langsung Perum BULOG Cabang Malang bersama Diskopindag Kota Malang.
Respon cepat dilakukan dengan memperkuat distribusi langsung ke pasar guna menjaga pasokan tetap aman dan harga tetap terkendali.
Pemimpin Cabang BULOG Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, mengatakan intervensi pasar dilakukan melalui dropping pasokan ke Pasar Bunulrejo. Sebanyak 260 dus atau setara 3.120 liter Minyakita disalurkan kepada 26 pedagang.
Jelang Ramadan, Bulog Malang Salurkan MinyaKita ke Pasar Tradisional
“Kami hari ini sudah melakukan dropping ke Pasar Bunulrejo sebanyak 260 dus atau 3.120 liter kepada 26 pedagang untuk memastikan ketersediaan dan membantu menjaga harga tetap sesuai ketentuan,” katanya.
Menurutnya, BULOG mendapat mandat pemerintah untuk mendistribusikan minyak goreng rakyat melalui program Minyakita sebagai bagian dari stabilisasi pasokan dan harga pangan. Penugasan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah di sektor perdagangan agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar.
Sepanjang 2026, realisasi penyaluran Minyakita oleh Cabang Malang tercatat mencapai 242.114 liter yang tersebar di lima kabupaten/kota.
Di Kabupaten Malang, distribusi dilakukan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) sebanyak 35.011 liter, KDMP 2.040 liter, serta Pasar SP2KP 7.392 liter.
Penyaluran terbesar berada di Kota Malang dengan total alokasi 66.852 liter melalui RPK, 5.400 liter lewat KDMP, 54.000 liter ke ritel modern, serta 3.960 liter melalui Pasar SP2KP.
Sementara itu, Kabupaten Pasuruan menerima 7.320 liter untuk toko atau agen pengecer, 13.800 liter melalui RPK, 6.840 liter lewat KDMP, dan 13.752 liter melalui Pasar SP2KP.
Di Kota Pasuruan, alokasi tercatat 10.548 liter melalui toko atau agen pengecer, 600 liter ke RPK, 600 liter lewat KDMP, serta 5.364 liter melalui Pasar SP2KP. Distribusi juga menjangkau Kota Batu dengan alokasi 7.380 liter melalui Pasar SP2KP guna memastikan ketersediaan tetap terjaga.
“Distribusi terus kami lakukan secara bertahap ke berbagai jalur, mulai dari pasar rakyat, toko atau agen pengecer, hingga ritel modern, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan minyak goreng,” jelasnya.
Ia menegaskan koordinasi dengan pedagang akan terus diperkuat agar penjualan tetap mengikuti HET dan rantai pasok berjalan lancar. BULOG juga siap menambah pasokan apabila terjadi peningkatan kebutuhan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan siap menambah pasokan jika diperlukan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.(der)