MALANGVOICE – Polresta Malang Kota menyiapkan skema pengamanan terpadu menjelang puncak kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana, 7–8 Februari 2026. Pengamanan ini disusun untuk mengantisipasi membludaknya jamaah yang diperkirakan datang dari berbagai daerah.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, aparat kepolisian menerapkan empat protokol utama sebagai pedoman pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Pelaku Curanmor Bocah di Malang Terungkap Masih Usia 10 dan 16 Tahun, Dapat Ilmu Secara Otodidak
“Ada empat protokol yang kami pedomani, yakni keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kesehatan. Ini menjadi garis besar pengamanan kami agar puncak acara Minggu nanti berjalan aman dan nyaman,” ujarnya, Kamis (5/2).
Menurutnya, penerapan protokol tersebut mutlak dilakukan karena jumlah peserta diprediksi tidak hanya memadati area dalam stadion, tetapi juga kawasan di sekitar Stadion Gajayana.
Sebagai bagian dari langkah pengamanan, Polresta Malang Kota akan melakukan sterilisasi sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi acara mulai Sabtu. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keamanan sekaligus kelancaran arus orang dan kendaraan.
“Kami mohon pengertian warga Kota Malang apabila mulai Sabtu nanti ada penutupan atau sterilisasi jalan di sekitar Stadion Gajayana,” kata Putu Kholis.
Masyarakat yang memiliki aktivitas di kawasan tersebut diimbau menyesuaikan waktu kegiatan, mengalihkan ke hari lain, atau mengakses area stadion dengan berjalan kaki demi kenyamanan bersama.
Tak hanya fokus pada pengamanan lokasi, kepolisian juga menyiapkan pola pengawalan bagi peserta yang datang dari luar daerah. Setiap rombongan akan mendapatkan pendampingan dari kepolisian daerah asal secara melekat hingga tiba di Kota Malang.
“Rombongan jamaah akan dikawal oleh Polres masing-masing sejak keberangkatan. Pola pengamanan ini sudah dirapatkan dan disiapkan oleh Polda Jawa Timur,” jelasnya.
Ia mencontohkan, rombongan dari Ponorogo maupun daerah lain di Jawa Timur akan mendapatkan pengawalan penuh dari aparat setempat hingga sampai di lokasi kegiatan di Malang. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan potensi gangguan dan memastikan seluruh rangkaian Mujahadah Kubro 1 Abad NU berjalan lancar.(der)