MALANGVOICE- Segel yang berada di Kantor DPD Golkar Kota Malang sudah dibuka, Minggu (1/2). Pembukaan segel dilakukan setelah pengurus Partai Golkar membacakan SK terbaru dari DPD Golkar Jatim yang dikeluarkan pada 28 Januari 2026 sekaligus menggelar rapat pleno pertama.
Ketua Umum (Ketum) DPD Partai Golkar Kota Malang Djoko, pembukaan segel yang sempat dilakukan kader itu dilakukan karena rangkaian hasil Musda sudah selesai.
“Dengan ini kami menyatakan di saat SK keluar rangkaian Musda selesai, ketua terpilih di Musda masih tetap Djoko Prihatin,” katanya.
Golkar Kota Malang Libatkan 40 Persen Perempuan dan Anak Muda di Pileg 2024
Bersamaan dengan itu, Djoko kemudian membacakan susunan pengurus DPD Golkar Kota Malang periode 2025-2030. Adapun nama-nama di dalamnya banyak banyak terisi nama baru meskipun juga didominasi pengurus lama.
Sejumlah nama yang masuk dalam kepengurusan antara lain Sekretaris Umum Teguh Darwanto, Bendahara Umum Hendi Suryo Laksono, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi Suryadi, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Kartika, Wakil Ketua Bidang Hukum Djoko Tritjahjana, dan jajaran lain.
“Hari Ini kami sama-sama dengan fraksi setelah diskusi ingin bersama bangun partai agar bisa jadi pertai yang maju moder , solutif dan sejahterakan Kota Malang,” tegas Djoko.
Terkait masalah internal dan dinamika di Golkar Kota Malang hingga adanya penyegelan kantor DPD, dikatakan Djoko bakal segera ada konsolidasi.
“Golkar ini rumah semua kader, saya akan ajak pulang sama-sama ke sini membangun pohon beringin. Jangan ada pengurus yang lebih besar daripada pohon beringin itu senditi. Kami akan fokus bagaimana caranya bangun Golkar dan partai beringin,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi, menyatakan bahwa kepengurusan periode 2025–2030 akan langsung bergerak dengan agenda utama konsolidasi internal. Pihak partai selalu membuka pintu konsolidasi, untuk para kader Golkar, bersama membangun Kota Malang.
“Langkah awal kami adalah konsolidasi, berdiskusi, dan merapatkan barisan. Dinamika ini justru menunjukkan karakter Golkar yang hidup dan dinamis. Beban yang ada, ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul,” singkatnya.(der)