Fraksi PKS Kawal Keuangan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

MALANGVOICE– Sektor UMKM sebagai salah satu unggulan perekonomian Kota Batu membutuhkan sokongan berbagai pihak. Data yang dipaparkan Pemkot Batu menunjukkan sektor UMKM berkontrobusi sebesar 47,43 persen atas pertumbuhan PDRB Kota Batu di tahun 2024. Menyadari hal itu, Fraksi PKS DPRD Kota Batu turut mengambil peran agar ekonomi kerakyatan ini naik kelas dan berdaya saing.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Batu, Syaifudin mengatakan, partainya mencanangkan program advokasi dan penguatan daya saing UMKM. Pihaknya aktif mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal. Dan salah satu program yang menjadi unggulan adalah mengadakan pelatihan pengembangan produk olahan pangan dan pemasaran digital.

KUA-PPAS Anggaran Tahun 2026 Tampung Enam Program Prioritas

“Penyelenggaraan pelatihan ini telah diberikan bagi UMKM di Kecamatan Batu, Dan dengan pengembangan produk olahan pangan dan pemasaran digital, kita ingin agar produk lokal Kota Batu mampu bersaing secara global,” ujar Syaifudin.

Diketahui, di tahun 2025 ini menjadi tahun bersejarah bagi PKS Kota Batu dengan terlaksananya Musyawarah Daerah (MUSDA) VI. Dan terpilihnya Saifudin STP sebagai nakhoda baru PKS Kota Batu periode 2025–2030 membawa semangat baru bagi kinerja F-PKS di Parlemen untuk lebih progresif dalam melayani rakyat.

Dan anggota yang kini duduk sebagai wakil rakyat harus berkomitmen untuk terus memberikan pelayan. Untuk itu setiap produk kebijakan yang didukung harus memiliki indikator kebermanfaatan yang jelas bagi masyarakat Kota Batu.

Adapun untuk mendukung daya saing ekonomi lokal, F-PKS juga melakukan pengawalan APBD 2025 yang telah berjalan, dan akan dilanjutkan dengan pengawalan APBD 2026 yang akan datang. Kemudian mereka juga mendorong Pemerintah Kota Batu untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

F-PKS menekankan pentingnya efisiensi anggaran dengan memprioritaskan sektor pendidikan dan layanan dasar dalam pembahasan APBD untuk tahun anggaran mendatang. Di antaranya,melakukan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendorong transparansi serta merespons isu-isu krusial di masyarakat.

“Kita bersikap tegas dalam mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis(MBG). Kita menekankan pentingnya transparansi dan kualitas menu agar benar-benar memberikan manfaat kesehatan bagi anak-anak di Kota Batu tanpa adanya intimidasi dari pihak manapun,” tegas Syaifudin.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait