MALANGVOICE– Perlu komitmen bersama dalam pengelolaan sampah secara terukur dan berkelanjutan. Sehingga dapat berjalan efektif dan berdampak jangka panjang melalui konsistensi kebijakan serta sinergi lintas sektor, termasuk dukungan local service development program (LSDP).
Wali Kota Batu, Nurochman menegaskan, Pemkot Batu menguatkan arah pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan penandatanganan komitmen kerja sama offtaker hasil pengelolaan sampah antara Pemkot Batu dengan COOSAE di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani.
Misi Dagang Hubungkan Keunggulan Hortikultura Dataran Tinggi dan Rempah Nusantara
“Masalah sampah adalah komitmen kami. Dengan langkah yang tepat dan kerja sama seluruh pihak, persoalan ini bisa kita selesaikan secara bertahap,” tegas Cak Nur, sapaan Nurochman.
Sementara itu, Wawali Heli Suyanto mendorong diseminasi kampanye pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga sebagai fondasi perubahan perilaku masyarakat. Ia menekankan bahwa sampah memiliki potensi nilai dan dapat menjadi berkah apabila dikelola dengan baik melalui pemilahan sejak sumber, pengolahan yang tepat, serta dukungan ekosistem hilir yang berkelanjutan.
Penguatan kebijakan dan partisipasi masyarakat tersebut mulai menunjukkan hasil, yakni sepanjang tahun 2025, jumlah timbulan sampah di Kota Batu tercatat sebesar 44.178 ton, menurun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 52.910 ton. Pada periode yang sama, capaian pengurangan sampah mencapai 30,95 persen atau sekitar 30 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada pada angka 28 persen atau 25,69 persen.
“Ruang dialog terbuka antara pemerintah dan stakeholder sebagai upaya memastikan kebijakan pengelolaan sampah berjalan adaptif, implementatif, dan selaras dengan kebutuhan di lapangan,” pungkas Heli.(der)