MALANGVOICE- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang masih belum merata. Sejak digulirkan awal 2025 lalu hingga saat ini baru menjangkau sekitar 25 sekolah jenjang SD dan 10 sekolah jenjang SMP atau kurang dari 10 persen dari total sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, mengatakan, dengan capaian itu pihaknya berusaha untuk mengejar target.
Dari informasi data yang diterima, setidaknya di Kota Malang tersebar 287 SD negeri dan swasta serta 117 SMP negeri dan swasta. Artinya, distribusi MBG ini baru menyentuh 8,66 persen sekolah di Kota Malang.
Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, Wali Kota Malang: Kami 100 Persen Siap
“Kami akan merapatkan kembali dalam forum lanjutan yang membahas pelaksanaan MBG di sekolah. Tetapi, kami tidak bisa memfasilitasi penuh karena tidak ada anggaran dari daerah. Kami menunggu dukungan dari pusat,” katanya.
Kurangnya capaian itu dikatakan Suwarjana perlu ada dukungan dari banyak pihak. Namun dalam pelaksanaan di Kota Malang ia menilai sudah cukup baik.
“Sejauh ini belum ada keluhan dari sekolah-sekolah yang sudah menerima MBG,” katanya.
Sementara itu, terkait pembangunan Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Tlogowaru yang merupakan bagian dari program gizi nasional, Suwarjana menyatakan hal itu di luar kewenangan Disdikbud Kota Malang.
“Kalau itu di luar kewenangan kami. Kami hanya menunggu (anggaran) dari pusat. Kami mau menggenjot (distribusi MBG) juga gak bisa, kami tidak ada anggaran itu (MBG),” tandasnya.(der)