MALANGVOICE– Panen jagung serentak tahap I digelar Polres Batu di Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Rabu (26/2). Jagung yang dipanen bobotnya mencapai 45,6 ton di lahan seluas 5,4 hektare. Hasil pertanian itu buah dari gerakan penanaman dengan memanfaatkan lahan tidur total luasnya 10 hektar pada November 2024 lalu.
Pada gelaran panen raya kali ini dihadiri 100 orang perwakilan dari berbagai instansi terkait. Panen raya ini merupakan hasil kerja sama antara Polri dengan Kementerian Pertanian RI, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Perhutani, Inhutani, pihak swasta, serta swadaya para petani.
“Pada program tahap pertama ini, panen dilakukan di lahan seluas 54.000 meter persegi yang ditanami bibit jagung Pertiwi 6 sebanyak 76 kilogram. Dari panen ini, diperoleh hasil produksi mencapai 45,6 ton jagung, nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat,” ujar Wakapolres Batu, Kompol Danang Yudanto saat memimpin kegiatan panen raya jagung serentak tahap I.
Kompol Danang Yudanto menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Melalui program ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani serta memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan sektor pertanian yang berkelanjutan dan produktif. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, program ketahanan pangan ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Diharapkan, panen tahap selanjutnya dapat memberikan hasil yang lebih optimal untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah Batu dan sekitarnya,” pungkasnya.(der)