600 Pendaki Dipastikan Ikuti Upacara Kemerdekaan RI di Gunung Semeru

Gunung Semeru (istimewa)

MALANGVOICE – Sejumlah 600 pendaki dipastikan mengikuti upacara HUT ke- 74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gunung Semeru, pada 17 Agustus mendatang. Pihak pengelola membatasi kegiatan hanya sampai di Pos Kalimati.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarif Hidayat mengatakan, pada momentum Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2019 mendatang, pihaknya tetap membuka akses pendakian Gunung Semeru. Bahkan jauh hari telah full booked permohonan izin pendakian. Total ada 600 pendaki dipastikan mengikuti peringatan tahunan tersebut.

“Sudah full mas, kuota tetap 600 orang per hari,” kata Sarif dihubungi MVoice, Kamis (8/8).

BNN Kota Malang

Lokasi upacara peringatan Kemerdekaan RI, lanjut dia, terbagi dalam tiga titik. Yakni Pos Ranu Pani, Pos Ranu Kumbolo, dan Pos Kalimati. Pihaknya melarang aktivitas upacara di puncak Gunung Semeru atau dikenal Mahameru itu.

“Untuk puncak kita tidak merekomendasikan sesuai batasan dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ). Batas akhir pendakian di Pos Kalimati,” sambung dia.

Sebagai antisipasi kemungkinan adanya pendaki ilegal alias tak berizin, pihaknya menyiagakan 10 petugas di setiap pintu masuk.

“Pintu masuk kita sudah siapkan petugas. Pintu masuk Jemplang, Ranu Kumbolo, dan Ranu Pani masing-masing pos ada 10 petugas, belum termasuk bantuan teman-teman relawan,” ujar Sarif.

BB TNBTS juga tetap mengimbau agar pendaki bijak menggunakan api. Terlebih saat ini memasuki musim kemarau.

“Imbauan para pengunjung, terutama soal sampah diharapkan dibawa kembali dan bijaksana menggunakan api. Karena musim kering. Selesai menggunakan api pastikan padam tidak ada bara api tertinggal,” tutupnya.(Der/Aka)