500 Atlet Adu Cepat di Kejurnas Sepatu Roda Bupati Malang Cup VIII

Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang saat memberangkatkan atlet sepatu roda. (Toski D)
Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang saat memberangkatkan atlet sepatu roda. (Toski D)

MALANGVOICE – Bupati Malang HM Sanusi resmi membuka Kejurnas Sepatu Roda Bupati Malang Cup VIII dan Piala Tetap Forkopimda 2019 Indonesia Roller Sport – Series V, Sabtu (9/11).

Dalam sambutannya, HM Sanusi mengapresiasi seluruh panitia yang dimotori Ketua Porserosi Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo.

“Dengan adanya Kejuaraan Sepatu Roda Antar Klub Tingkat Nasional VIII dan Indonesia Roller Series V ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para atlet lainnya, hingga semakin menasional dan mendunia. Serta, mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

BNN Kota Malang

Untuk itu, lanjut Sanusi, pihaknya bakal akan meningkatkan fasilitas Sirkuit Roller Kanjuruhan agar dapat menjadi venue Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020, mendatang supaya dapat dijadikan wadah pengembangan potensi atlet sepatu roda Kabupaten Malang.

‘’Porserosi harus berupaya bisa bersaing agar Pusat memutuskan Sirkuit Roller Kanjuruhan sebagai venue PON tahun 2020 nanti. Saran dari Pusat harus kita tampung untuk memenuhi persyaratannya. Selain itu, kami juga akan mengusulkan permintaan bantuan ke Kemenpora RI guna pengembangan Sirkuit Roller Kanjuruhan menjadi sirkuit indoor lengkap dengan tribun melingkar bagi penonton,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Perserosi Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo mengatakan, dalam Kejurnas Sepatu Roda Bupati Malang Cup VIII dan Piala Tetap Forkopimda 2019 Indonesia Roller Sport – Series V ini diikuti total ada 500 atlet yang terdaftar dalam Kejurnas 2019 ini. Mereka berasal dari 48 klub dari 40 kota/kabupaten dan 9 provinsi.

“Dalam kejurnas sepatu roda kali ini akan memperebutkan piala bergilir Bupati Malang serta piala tetap Forkopimda Kabupaten Malang. Dengan total hadiah yang di siapkan sebesar Rp 75 juta,” ungkap pria yang akrab disapa Bogank.

Menurut Bogank, dalam Kejuaraan yang merupakan agenda rutin tahunan Perserosi dan KONI Kabupaten Malang ini, ada tiga klasifikasi kelompok umur. Yakni klasifikasi kelompok umur (KU) Funskate, Standart serta Speed. Sementara kelas yang diperlombakan adalah, pemula, standard, speed serta master.

“Kejuaraan ini, selain memperingati hari jadi Kabupaten Malang, juga untuk menjaring atlet-atlet sepatu roda sejak usia dini yang memiliki potensi dan berprestasi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Bogank, dirinya berharap venue Stadion Kanjuruhan Kepanjen, bisa menjadi venue resmi Cabor sepatu roda saat PON 2020 nanti, karena kesiapan venue di Papua, masih belum siap.

“Ketika nantinya kami dipilih sebagai tuan rumah resmi Cabor sepatu roda PON 2020, siap untuk penambahan beberapa fasilitas. Bupati Malang serta Forkopimda Kabupaten Malang, siap bersama-sama untuk mensukseskannya,” pungkasnya. (Der/Ulm)