5 Kesalahan Menggunakan Sunscreen yang Berujung Breakout

Istimewa

MALANGVOICE – Banyak wanita yang mengeluhkan breakout atau jerawat yang muncul setelah menggunakan sunscreen. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang mengira pengaruh dari SPF-nya.

Namun, dilansir dari berbagai sumber, ternyata kandungan SPF pada sunscreen tidak membuat wajah jadi jerawatan. Tetapi, kulit bisa menjadi
breakout karena berbagai faktor.

1. Kandungan Sunscreen

BNN Kota Malang

Pertama karena faktor kandungan zat dalam sunscreen, Anda yang mengalami breakout dianjurkan untuk memilih sunscreen non-komedogenic sehingga tidak menyumbat pori-pori yang bisa memicu jerawat. Pilihan tekstur sunscreen ini juga bisa disesuaikan bagi mereka yang memiliki kulit berjerawat atau mudah berjerawat. Sunscreen bertekstur light juga sangat aman untuk wajah yang berminyak atau berjerawat.

2. SPF

Yayasan Kanker Kulit merekomendasikan minimal menggunakan sunscreen dengan SPF 30, yang dapat menghalangi 97 persen sinar UVB, dan maksimum SPF 50, yang dapat menghalangi 98 persen sinar UVB. Sinar UVA dapat menyebabkan timbulnya kerutan, penuaan dini, dan kanker kulit. Sedangkan UVB dapat menyebabkan kulit terbakar. Perhatikan kemasan yang tertera, perlindungan terhadap UVA ditandai dengan PA+, PA++, PA+++.

3. Mengoleskan Sunscreen hanya di Bagian Tertentu

Biasanya sunscreen hanya dipakai pada wajah, tangan, dan kaki. Sebaiknya gunakan juga sunscreen di area belakang telinga, leher, maupun belakang leher. Daerah tersebut juga rentan terpapar sinar matahari langsung meskipun letaknya berada di area tersembunyi.

Nah, sunscreen untuk badan biasanya berbeda dengan sunscreen wajah. Gunakan sunscreen yang memang khusus untuk wajah atau sunscreen badan yang diperbolehkan untuk wajah. Pasalnya, sunscreen untuk wajah mengandung formula yang lebih sensitif, melindungi dari iritasi, dan tidak memicu jerawat.

4. Digunakan hanya Keluar Rumah

Kulit membutuhkan waktu setidaknya 30-60 menit untuk menyerap sunscreen. Jadi jika Anda baru menggunakan sunscreen beberapa saat sebelum beraktivitas keluar rumah atau saat berada di bawah sinar matahari, kulit Anda tidak akan mendapatkan perlindungan apa pun dan berisiko terbakar matahari.

5. Digunakan Saat Matahari Terik

Bagaimanapun cuacanya, Anda harus selalu menggunakan sunscreen, sekalipun saat musim hujan. Sinar UVB yang menyebabkan luka bakar memang melemah pada saat musim hujan, namun sinar UVA datang lebih kuat.

Baik sinar UVA dan UVB sama-sama dapat menyebabkan kanker kulit dan kerusakan sel akibat sinar matahari. Oleh karena itu, Anda tetap harus menggunakan sunscreen, meskipun di musim hujan atau ketika mendung. Menggunakan sunscreen juga berfungsi untuk menjaga kelembababn kulit sehingga kulit tidak akan dehidrasi. (Hmz/Ulm)