36 Tahun Bertahan Sego Penjara Jadi Kuliner Legendaris, di Sini Tempatnya

Sego Penjara yang siap disantap, (MG2).

MALANGVOICE – Namanya sepintas memang menyeramkan. Jangan salah, meski terkesan seram, Sego Penjara di Kota Malang sangat ramah di perut serta kantong.

Mungkin karena inilah Sego Penjara bisa bertahan selama tiga dasa warsa lebih atau tepatnya 36 tahun. Kini, ada dua warung untuk bisa menikmati Sego Penjara.

Sebenarnya Sego Penjara yang buka awal pada 1985 ini tidak berbeda jauh dengan kuliner nasi campur khas Jawa Lainnya. Dengan kombinasi nasi putih, mie, tahu, sayur kacang panjang, sambal plus siraman kuah, menggoda hasrat untuk segera mencicipinya.

Tidak hanya itu. Ketika datang ke warung Mami Cukam yang memasak Sego Penjara ini tersedia beraneka macam lauk tambahan mulai jeroan, ikan, ayam dan masih banyak lagi.

Soal harga jangan khawatir, karena pasti terjangkau kantong. Satu porsi Sego Penjara hanya Rp3 ribu dan harganya akan meningkat bergantung pada pemilihan lauk.

Beragam menu yang tersedia di Mami Cukam, Kota Malang

Sumarmi (62) atau yang akrab disapa Mami Cukam menceritakan, sebutan Sego Penjara berasal penamaan yang diberikan pelanggannya pada awal-awal dia berjualan.

“Jadi tahun 1985 itu banyak yang nyebut Sego Penjara karena hidangan yang sederhana berisi nasi dan sayur tanpa lauk. Kalau di penjara kan biasanya masakannya ya sederhana-sederhana gitu. Jadi muncullah nama Sego Penjara,” ceritanya Ahad (11/7).

Sejak awal berjualan hingga saat ini harga yang dibandrol Mami memang tergolong murah. Mulai awal tahun 1985 harga masih Rp100, hingga kini satu porsi Sego Penjara dihargai Rp3.000.

“Harganya awal jualan itu Rp100, terus naik jadi Rp1.000, naik lagi Rp2.000 hingga tahun 2003 sampai sekarang harganya Rp3.000,” tuturnya.

Menurut perempuan tiga anak dan tujuh cucu itu, selain harga yang murah, salah satu keistimewaan Sego Padang ini adalah cita rasa yang tetap dijaga agar tidak berubah.

“Yang diutamakan itu bukan untung, tapi cita rasa dan kualitas bahan harus baik. Jadi meski disebut masakan kampung yang sederhana tetap disuka banyak pelanggan,” kata dia.

Tiap harinya pelanggan tak berhenti berdatangan mengantre untuk mendapatkan kuliner Sego Penjara itu. Saking banyaknya pelanggan, dalam satu hari Mami menghabiskan lima sak beras atau setara empat kwintal dalam sehari.”Rata-rata melayani dalam sehari sampai 800 bungkus,” imbuhnya.

Warung Mami saat ini ada di dua tempat. Pertama di perempatan Cukam, Pasar Kebalen, sedang warung kedua di Jalan Puntodewo 1A, Polehan. Warung buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 04.00 pagi.(end)