285 PNS Jalani Sumpah Janji, Sutiaji: Bukan Seremonial Belaka

Wali Kota Malang Sutiaji menghadiri sumpah janji PNS di Gedung Student Center SMK 2 Malang, Jumat (21/02). (Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji menghadiri sumpah janji PNS di Gedung Student Center SMK 2 Malang, Jumat (21/02). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Sejumlah 285 PNS (sekarang ASN) Pemkot Malang menjalani sumpah janji di Gedung Student Centre SMK 2 Malang, Jumat (21/02). Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan sumpah janji merupakan bentuk tanggung jawab terhadap Tuhan, dan bukan seremonial belaka.

Dalam sambutannya, Sutiaji mengatakan, bahwa sumpah dan janji ini mengandung makna tidak hanya sekadar seremonial yang dilakukan di depan pejabat berwenang. Namun, merupakan tanggungjawab terhadap Tuhan, dilandasi pada agama dan kepercayaan masing-masing.

“Oleh karena itulah saya harapkan PNS yang telah menyampaikan sumpah dan janjinya dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Merupakan ikatan bagi PNS dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat dan sebagai abdi negara,” katanya.

BNN Kota Malang

Ia melanjutkan, pengambilan sumpah janji PNS ini memiliki tujuan sebagai bagian dari upaya pembinaan sebagai aparatur Negara dan abdi masyarakat, dengan tujuan agar para pejabat PNS ini mempunyai kesetiaan dan ketaatan terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara dan pemerintah. Serta memiliki mental yang baik, jujur, bersih, berdaya guna dan penuh tanggung jawab terhadap tugasnya, dan di dalam mendukung usaha pemerintah mendorong terciptanya good governance.

“Pengambilan sumpah tersebut juga merupakan salah satu proses pembinaan PNS. Setiap calon PNS pada saat diangkat menjadi PNS wajib mengucapkan sumpah/janji,”sambung dia.

Politisi Demokrat ini menambahkan, PNS diharapkan mampu mengedepankan sikap profesionalitas dan integritas dalam melaksanakan tugas. Tak hanya itu, para ASN juga diminta untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing.
Ia juga berharap para ASN responsif terhadap dinamika dan perubahan yang ada. Sehingga inovasi dan kreativitas sangat diperlukan untuk menciptakan nilai-nilai baru dan merubah budaya kerja lama.

“Seorang ASN harus peka dan responsif terhadap perubahan-perubahan, dinamika yang dinamis ini, karena di era sekarang perubahan terjadi sangat cepat dan penuh resiko, kompleksitas, serta di luar kalkulasi. Sehingga seorang ASN harus berinovasi, mencari terobosan baru, menciptakan nilai dan metode baru, jangan terjebak dan terkontaminasi budaya kerja lama,” ujarnya.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat, ASN juga diharapkan mampu melayani masyarakat secara prima sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah.

Perlu diketahui, sebanyak 285 ASN di lingkungan Pemkot Malang, terdiri dari 237 tenaga guru, 37 tenaga kesehatan, 5 tenaga teknis serta 6 orang PNS dari STPDN telah diambil sumpah dan janjinya.(Der/Aka)