21 WBP Lapas Malang Lolos Sidang TPP, Jalani Asimilasi di SAE Ngajum

MALANGVOICE- Lapas Kelas I Malang menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di halaman Museum Pendjara Lowokwaroe, Senin (5/1). Sidang ini menjadi langkah percepatan di awal tahun untuk mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan Pemasyarakatan Jawa Timur.

Sidang TPP tersebut digelar guna menindaklanjuti kebutuhan tenaga kerja pembinaan di pusat ketahanan pangan SAE L’SIMA Ngajum. Sebanyak 28 warga binaan diajukan untuk dinilai kelayakannya mengikuti program asimilasi di luar lapas.

Panen 45,6 Ton Jagung Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Lapas Kelas I Malang dalam mengoptimalkan peran SAE sebagai pusat pembinaan produktif. Proses sidang berlangsung dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas dalam setiap penilaian.

Dari hasil pembahasan seluruh anggota TPP, sebanyak 21 warga binaan dinyatakan memenuhi persyaratan administratif maupun substantif. Warga binaan yang lolos seleksi selanjutnya akan menjalani program asimilasi di luar lapas dengan bekerja sekaligus mengikuti pembinaan di SAE L’SIMA Ngajum.

Penempatan warga binaan dilakukan secara terukur, disesuaikan dengan minat dan kemampuan masing-masing. Mereka akan dilibatkan dalam berbagai sektor yang menjadi fokus pengembangan SAE, mulai dari pertanian, perikanan, hingga peternakan.

Seleksi ini dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menegaskan bahwa Sidang TPP merupakan langkah strategis untuk mempercepat realisasi program ketahanan pangan sejak awal tahun.

“Sidang TPP ini adalah percepatan awal tahun agar program ketahanan pangan di SAE L’SIMA Ngajum dapat segera berjalan maksimal dengan dukungan sumber daya manusia yang siap,” ujarnya.

Ia menambahkan, SAE terus didorong menjadi pusat pembinaan yang produktif dan memberi dampak nyata. Keterlibatan warga binaan di berbagai sektor SAE juga diarahkan untuk membentuk kemandirian yang terukur dan berkelanjutan.

“Kami ingin SAE tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat kontribusi nyata Pemasyarakatan bagi ketahanan pangan,” pungkasnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait