15 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Malang Selatan, Dua Sempat Kritis

Petugas saat mengevakuasi korban. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang).
Petugas saat mengevakuasi korban. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang).
Article top ad

MALANGVOICE – Sebanyak 15 wisatawan diterjang derasnya ombak pantai Balekambang, Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu (8/2).

Kapolsek Bantur AKP Nuryono mengatakan, kejadian terseretnya belasan pengunjung pantai Balekambang ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, tadi pagi.

”Dalam kejadian tersebut, 13 orang berhasil menyelamatkan diri, dua orang lainnya sempat dinyatakan hilang terseret arus,” ungkapnya.

Kedua wisatawan tersebut, lanjut Nuryono, diketahui bernama Hasan warga Balikpapan, Kalimantan Timur Dan Kiki warga asli Jember.

“Kedua korban datang di Pantai Balekambang dengan 20 temannya. Rombongan mahasiswa dari Kediri tersebut tiba di pantai Balekambang pada Sabtu (8/2) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, dengan mengendarai 3 mobil,” jelasnya.

Setelah itu, tambah Nuryano, sekitar pukul 06.30 WIb, 15 orang memilih untuk bermain air di bibir pantai. Nahas, tidak berselang lama kemudian ombak tinggi menerjang 15 orang mahasiswa tersebut.

“Setelah terjangan ombak itu, mereka baru sadar jika 2 orang temannya hilang, mereka akhirnya melaporkan ke petugas penjaga pantai sebelum akhirnya dilanjutkan ke kepolisian,” terangnya.

Sementara itu, Kasubsi PB PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo mengatakan, Petugas gabungan dari penjaga pantai, Muspika Kecamatan Bantur, petugas perhutani, PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Polsek Bantur, tim SAR, dan dibantu pengunjung serta warga setempat berupaya mencari keberadaan korban yang hilang, dan berhasil menemukan dua orang tersebut, meski dalam keadaan sempat kritis

“Pencarian hingga melibatkan satu unit perahu speed milik nelayan Kondang Merak dikerahkan. Selang waktu sekitar setengah jam kemudian, kedua korban ditemukan tidak jauh dari lokasi korban terseret ombak. Yakni di koordinat S 8°40′ 39″ E112°53’95”,” terang pria yang akrab disapa Mbah Tomo.

Setelah ditemukan, lanjut Mbah Tomo, kedua korban tersebut langsung diberi pertolongan pertama oleh petugas. Namun, untuk memastikan kondisi korban sempat dibawa ke Puskesmas Bantur, dan dilarikan ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang) karena dalam kondisi kritis.

“Saat ini kondisi kedua korban berangsur mulai membaik. Kasusnya saat ini masih ditangani Polairud Polres Malang,” pungkasnya.(Der/Aka)