15 Ribu Ekor Ayam Hangus Dilalap Si Jago Merah, Pemilik Peternakan Merugi Rp1 M

MALANGVOICE– Amukan si jago merah meluluhlantakkan area peternakan ayam milik Sucipto Silet yang berada di Jalan Jalibar, Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu pada Selasa sekitar pukul 04.00 (10/2). Besarnya kobaran api menghanguskan tiga kandang berisi 15 ribu ekor ayam yang masih berusia 15 hari.

Musibah kebakaran tersebut diduga karena kebocoran tabung gas elpiji untuk pemanas kandang. Sehingga memicu ledakan dan api cepat merambat dan membesar ditambah lagi material kandang yang begitu mudah terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. namun, kerugian materi dan dampak ekonomi yang ditimbulkan cukup besar mencapai Rp1 miliar.

Keuangan Daerah Terguncang, Pajak Vila Jadi Harapan Baru

Anak pemilik kandang, Otto Sugianto mengatakan, total ada 45 ribu ekor ayam yang ditempatkan pada enam kandang di peternakannya. Namun tiga kandang berisi 15 ekor ayam mati hangus dilahap si jago merah

“Total ada 45 ribu ekor ayam, sebanyak 30 ribu ekor selamat, sisanya, 15 ribu ekor mati terbakar. Kerugian kami perkirakan sekitar Rp1 miliar,” ujar Otto.

Tujuh penjaga kandang yang berada di lokasi sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, kobaran api terlanjur membesar dan sulit dikendalikan. Mereka akhirnya melapor ke petugas pemadam kebakaran.

Proses pemadaman berlangsung dramatis dan melibatkan banyak pihak. Selain Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, pemadaman juga dibantu petugas kepolisian, perangkat desa, serta warga sekitar.

Kepala Damkarmat Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan 21 personel dari dua regu, yakni 14 personel Regu Yudha dan tujuh personel Regu Brama, serta mengerahkan tujuh unit armada pemadam.

“Tujuh armada yang kami turunkan terdiri dari satu unit Gajah 3, Gajah 4, dan Gajah 2, satu unit komando, satu unit rescue, serta dua unit suplai air, yakni suplai kuning dan suplai putih,” jelas Agung.

Laporan kebakaran diterima petugas tepat pukul 04.00 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan isolasi jalur api untuk mencegah perambatan ke kandang lain. Setelah api berhasil dilokalisasi, pemadaman dilanjutkan dengan pembasahan menyeluruh.

“Pembasahan penting dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah kebakaran susulan. Proses pemadaman hingga investigasi dinyatakan aman sekitar pukul 07.20 WIB,” tambahnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait