14 Negara Ikuti AICoBPA 2022, Bahas Membangun Masyarakat Tangguh Pasca-pandemi

Dekan FIA UB, Prof Andy Fefta Wijaya bersama ketua panitia AICoBPA 2022. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 14 negara turut hadir mengikuti Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA) 2022 yang digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB).

AICoBPA 2022 ini digelar mulai 2-3 November secara virtual. Acara ini sekaligus menyambut Dies Natalis FIA UB ke 62.

Dekan FIA UB, Prof Andy Fefta Wijaya, mengatakan, tujuan besar AICoBPA 2022 adalah sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang didasarkan pada penelitian dosen baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Sisa Dua Bulan Akhir Tahun Kota Malang Alami Inflasi

PSI ‘Disemprit’ Bawaslu Kota Batu Gara-gara Pasang Baliho Capres 2024

PWI Malang Raya Matangkan Persiapan Porwanas 2022

Berkaitan dengan bidang-bidang keilmuan
yang ada di menjadi fokus kajian dan pengembangan FIA UB, maka cakupan dari
AICoBPA ini adalah pada bidang administrasi bisnis, perpajakan, pariwisata, administrasi publik, ilmu perpustakaan dan informasi, dan administrasi pendidikan.

Tema besar yang diusung dalam AICoBPA tahun ini adalah “Reshaping Resilient Society in the Post Pandemic through Economic Improvement and Governance”.

Tema ini berkaitan erat dengan terjadinya pandemi Covid19 yang memukul banyak sektor, di antaranya adalah sektor-sektor yang selama ini menjadi fokus kajian program program studi di FIA UB, seperti sektor bisnis, sektor pariwisata, dan sektor
pendidikan.

“Dari sini bisa saling bertukar pikiran dari pakar, hingga nanti dapat masukan untuk membangun masyarakat tangguh pasca pandemi,” katanya.

Ketua Pelaksana AICoBAP 2022, I Gede Eko Putra Sri Sentanu, menjelaskan, sudah ada 178 peserta dari 14 negara dan 51 institusi yang bergabung.

Acara ini terbagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama akan menghadirkan Deputi Perencanaan Investasi Kementerian Investasi, Indra Darmawan. Tokoh unsur pemerintah itu akan memaparkan prespektif dari sisi kebijakan nasional.

Pada sesi kedua, 6 akademisi akan memaparkan prespektif dari bidang keilmuan masing masing. Mulai Dr Gabriel Badje dari University of the Gambia, Prof Mehmet Huseyin Bilgin dari Istanbul Medeniyet University (Turki).

Kemudian Dr Kritsachai Somsaman dari Deputy Director South East Asian Ministers of Education (SEAMEO) Secretariat, sebuah asosiasi para menteri pendidikan di kawasan Asia Tenggara dan berkedudukan di Bangkok, Thailand. Lalu juga ada Prof Hadrian G Djajadikerta dari Edith Cowan University (Australia)

Selanjutnya ada Agung Nugroho Luthfi Imam dan Wike dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

“Kami berharap bisa beri kontribusi positif. Sehingga apa yang diberikan ke kita dapat dipresentasikan dan disampaikan ke muka umum,” harapnya.(der)