13 Dejay Ramaikan Adu Fashion

Konferensi pers Kick di Ria Djenaka. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Even Kickfest tahun ini dijadikan persiapan menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Hal itu dikatakan Ketua Kreative Independent Clothing (Kick), Ade Andriansyah saat konferensi pers di Ria Djenaka Cafe, Selasa (1/9). “Kami bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri dengan produk lokal yang unggulan,” katanya.

Pernyataan tersebut didukung dengan perputaran transaksi lebih dari Rp 5 miliar setiap tahunnya. Sebuah sumbangan yang tidak sedikit untuk produk lokal, termasuk juga pendapatan daerah.

BNN Kota Malang

Dengan adanya Kickfest, lanjut Ade, rantai ekonomi juga berputar yang menghasilkan keuntungan bagi banyak pihak.

“Seperti penjahit, tukang sablon, semuanya yang terlibat ikut merasakan dampak positif. Pokoknya saling terhubunglah,” tambahnya.

Kickfest sendiri mengukuhkan diri sebagai pioner pergerakan industri kreatif dalam bidang fashion sekaligus menjadi acara terbesar yang berhasil menebarkan kecintaan produk dalam negeri.

Ajang tahunan ke-9 yang memamerkan produk clothing ini, menghadirkan 85 both dari 110 brand seluruh Indonesia yang tergabung dalam komunitas Kick.

Di Kota Malang, Kickfest 2015 diadakan pertama kali pada 4 – 6 September mendatang di Lapangan Rampal. Setelah itu menyusul kota besar lain yakni Bandung dan Yogyakarta.

Tahun lalu, Kickfest di Kota Malang saja sudah hampir melebihi kuota pengunjung sebanyak 50 ribu. Ade menyebut, antusias dari pengunjung di Kota Malang sangat baik dengan letak yang strategis.

“Sebetulnya keseluruhan venue antusiasmenya juga baik dan bagus dari tahun kemarin. Karena habis lebaran kami butuh momen dan Malang dirasa sangat tepat,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut nantinya akan dihadirkan 58 band dan 13 DJ lokal hingga nasional serta berbagai macam stan kuliner dan beberapa komunitas anak muda.-