MALANGVOICE– Guncangan pelayanan publik dan program pembangunan tengah mengancam jantung pemerintahan. Dalam hitungan bulan, lebih dari seratus aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batu akan melepas seragam dinasnya untuk selama-lamanya. Fenomena pensiun massal ini terjadi pada tahun 2026.
Ketua DPRD Kota Batu, M Didik Subiant tak ingin diam melihat situasi ini. Ia mendesak eksekutif untuk segera bergerak mempercepat proses pengisian sejumlah jabatan strategis yang akan ditinggalkan. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan kinerja birokrasi agar tetap berjalan maksimal.
Wali Kota Batu Ultimatum Kepala OPD yang Melenceng dari Program Prioritas ‘Mbatu SAE’
“Situasi ini harus disikapi. Jangan sampai ruang kerja para pejabat itu lama kosong tanpa nahkoda,” ujar politisi PKB ini.
Menurut pria yang akrab disapa Kaji Bianto itu, situasi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak pada stabilitas birokrasi maupun kualitas pelayanan publik. Jika tidak segera diisi, cita-cita besar kepala daerah yang baru terpilih bisa kandas di tengah jalan.
Didik menjelaskan, pemerintah daerah perlu bergerak cepat menyiapkan mekanisme pengisian jabatan yang akan kosong akibat pensiun, terutama pada level pimpinan tinggi pratama. Saat ini, sejumlah posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Politisi PKB tersebut menegaskan bahwa proses pengisian jabatan harus dilaksanakan secara transparan dan berbasis kompetensi melalui mekanisme seleksi terbuka. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan pejabat yang terpilih memiliki kapasitas dan integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Jangan sampai kekosongan jabatan berlangsung terlalu lama karena bisa berdampak pada efektivitas kinerja perangkat daerah dalam menyukseskan visi misi kepala daerah yang baru,” ungkapnya.
Namun, kekosongan itu tidak hanya terjadi di meja-meja pimpinan tinggi pratama. Dari total ASN yang akan memasuki masa purnabakti, sekitar 75 orang di antaranya adalah guru. Ketika mereka pergi, berisiko kehilangan sosok pengajar. Mereka adalah para pendidik yang selama puluhan tahun mencerdaskan generasi muda Kota Batu.
“Regenerasi guru harus disiapkan sekarang. Sekolah-sekolah kita tidak boleh sampai kekurangan tenaga pengajar,” tegas Didik.
Politisi PKB itu menekankan, pengisian jabatan yang kosong tidak boleh dilakukan asal-asalan. Prosesnya harus jujur, transparan, dan mengedepankan kompetensi. Seleksi terbuka dinilai sebagai jalan terbaik untuk memastikan bahwa yang duduk di kursi strategis adalah sosok yang tepat, bukan sekadar yang kebetulan.
Di tengah ancaman krisis regenerasi ini, Didik melihat secercah peluang. Ia percaya, gelombang pensiun ini bisa menjadi momen penyegaran. Menata birokrasi Kota Batu agar bisa bangkit dengan semangat baru dan wajah yang lebih segar.
“Kita jadikan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Birokrasi yang lentur, cepat, dan berkualitas adalah hadiah terbaik bagi warga Kota Batu,” tandasnya.(der)