Wow, Warga Sisir Sulap Buah Palem Jadi Manisan Enak

0
528
Ibu Riani menunjukkan manisan palem ciptaannya
Ibu Riani menunjukkan manisan palem ciptaannya.(fathul)

MALANGVOICE – Buah palem yang dikenal berkulit keras dan tak bisa dijadikan makanan, kini tinggal mitos. Pasalnya, Riani, warga Jalan Kelud RT 02 RW 11 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, berhasil menjadikannya manisan dengan rasa lezat.

Orang yang pertama kali memberitahu bahwa palem bisa dimasak justru suaminya sendiri. Sehingga ia berani mencoba dengan mengambil buah palem yang banyak di pinggir jalan dan depan kantor KUD Kota Batu.

Buah palem ini memang dibungkus kulit keras. Jika ingin membelahnya, dibutuhkan upaya dan tenaga ekstra. Tapi ternyata di dalamnya ada satu bagian yang empuk dan bisa diolah menjadi makanan yang menggiurkan.

Isi yang bisa dimakan berbentuk lonjong seperti teratai. Saat dikunyah, terasa kenyal-kenyal mengingatkan pada kolang-kaling. Bagaimana dengan rasanya? Sebelum dimasak, rasanya tawar. Tapi kalau sudah diberi gula, rasanya jadi manis.

“Saya sering buah manisan saja, atau kalau lagi pengen kolak, ya dibikin kolak. Kalau ada yang mau bikin es, juga bisa. Biasanya tetangga saja yang pesan kalau ada acara tertentu,” cerita Riani kepada MVoice.

Riani sendiri yakin, makanan dari buah palem ini belum pernah dibuat oleh orang lain. Sehingga ia ingin diberi pelatihan dan dibantu pemasarannya. Karena warga sekitar sudah mencoba dan mengatakan sangat layak dijual ke luar daerah.

“Keinginan saya ya olahan ini bisa dijadikan kuliner khas Kota Batu. Karena ada satu produk minuman yang juga buatan sendiri, yakni Secang, dari jahe, sirih, daun jeruk, yang cocok sekali di Batu,” sambung ibu empat anak ini.

Saat ini, usahanya sudah berkembang namun baru ada SIUP-nya saja. Sementara ijin Depkes yang sangat penting untuk produk olahan belum didapatkan karena kesulitan memenuhi kriteria industri makanan. Sehingga ia hanya berani memasarkan ke tetangganya saja saat dipesan.

“Manisan ini kan produk basah, jadi tidak bertahan lama. Kalau dikasih pengawet kan gimana, belum ada pelatihan. Saya ada manisan kencur juga, manisan jahe, itu awet karena olahan kering,” jelas orang asli Batu ini.