The Miner, Video Musik Bertema Penyelamatan Lingkungan

0
2
Press Conference Rilis Video Musik The Miner oleh Filastine

MALANGVOICE – Video musik berjudul The Miner karya Filastine, resmi dirilis hari ini. Single anyar bagian dari proyek serial bertajuk Abandon ini mengangkat tema kerusakan lingkungan yang digambarkan melalui penambangan batu bara di berbagai daerah, dan memiliki sisi negatif terhadap alam.

Salah satu penggagas The Miner, Nova, mengatakan, ide awal dibuatnya video ini karena adanya perubahan iklim akibat penambangan liar yang merongrong kelestarian lingkungan.

“Dari situ kami membuat video dengan tema ini,” kata Nova, saat press conference di warung Legi Pait, Jalan Trunojoyo, malam ini.

Pengalamannya memantau kerusakan alam akibat aktifitas pertambangan cukup memprihatinkan, karena banyak perubahan mendasar termasuk adanya evolusi ikan yang mengalami perubahan bentuk disamping efek negatif lainnya yang merugikan manusia.

“Kami sebenarnya tidak anti terhadap pertambangan, tapi setelah kami lihat ternyata tambang ini selain menyakiti alam, juga menyakiti pekerja itu sendiri,” tuturnya.

Putri Totok Tewel, gitaris ternama ini juga mengaku kesulitan membuat video itu, karena harus menembus aktifitas tambang yang memang tertutup bagi warga.

Filastine The Miner (1)

Mengenai pengalaman itu, sang sutradara, Astu Prasidya, menceritakan, proses pengambilan gambar tidak hanya dalam satu take. “Total ada enam kali pengambilan gambar dengan lokasi Kawah Ijen, Paiton, Coban Talun, Cangar dan Samarinda,” kata Astu.

Saat pertama kali masuk tambang, ia mengaku sempat gagal, karena lokasi tersebut tertutup. Namun, berkat bantuan dari salah satu rekannya, Astu bersama sang aktor dalam video ini berhasil masuk dan mengambil gambar di lokasi tambang.

“Kami ambil saat penambang sedang makan siang. Bahkan, kami sempat ketahuan saat ambil gambar dan diinterogasi, meski kami akhirnya dilepaskan,” tuturnya.

Dari pengalaman syuting itu, sutradara asal Malang ini, berpandangan jika kondisi batu bara di Kalimantan sangat tidak menyenangkan karena selain udaranya panas, prosesnya mencederai lingkungan. “Memang suasananya benar-benar gak enak sama sekali,” tukas Astu.

Sementara Grey Filastine, mengatakan, video musik ini menggambarkan suasana tambang yang sangat tidak menyenangkan, sehingga penonton bisa merasakan bagaimana rusaknya lingkungan akibat aktifitas itu.

“Dengan melihat video ini para penonton bisa merasakannya dengan hati, bagaimana suasana tambang di sana,” kata Grey.

Video The Miner sendiri bercerita tentang kehidupan para pekerja tambang yang setiap harinya merasakan penderitaan dan ingin terbebas dari hal itu.

Bentuk perlawanan terhadap tambang liar ditunjukkan oleh sang aktor yang diperankan penari asal Jakarta, Al Imran Karim, melalui koreografernya yang cukup menyentuh. Selain itu pengambilan gambar yang cukup frontal dan pesannya cukup mengena kepada masyarakat.

Pasca merilis The Miner, Filastine juga akan merilis tiga video musik lainnya dengan lokasi syuting di berbagai negara. Video musik ini sudah diunggah di Akun Youtube dan juga akun media sosial lainnya.