Prihatin dengan Kondisi, LK UMM Gagas Cipta Lagu Islami untuk Pernikahan

0
79
Sigit Baskara, DR Tri Sulistyaningsih, dan Nuryadin.

MALANGVOICE-Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Malang (LK UMM) menyatakan prihatinan atas sering diperdengarkannya lagu-lagu yang tidak semestinya dalam acara resepsi pernikahan secara Islam.

Disadari atau tidak, penyelenggara pesta telah melakukan kesalahan dengan mengurangi kesakralan ritual menikah dengan memperdengarkan lagu-lagu yang justru tidak Islami. Itulah sebabnya, lembaga ini menggelar Workhsop Islamic Wedding Songs di UMM Inn.

Ketua LK UMM, Dr Tri Sulityaningsih MSi menuturkan, lagu-lagu yang biasanya didengarkan dalam resepsi pernikahan sering tidak bernuansa Islami.

“Pernikahan merupakan narasi ikatan yang sakral, oleh karena itu lagu-lagu yang diperdengarkan dalam rangkaian resepsi mestinya yang mampu menggetarkan dan menguatkan ikatan sakral itu,” tuturnyu, saat membuka workshop yang diikuti seluruh pengurus LK UMM itu. Workshop menampilkan narasumber yang dikenal sebagai pencipta lagu yang intens dalam gerakan lagu-lagu edukatif dan Islami, Sigit Baskara.

Sigit menyatakan, pesta pernikahan adalah wahana yang potensial untuk membumikan dakwah kultural. Namun, faktanya banyak pesta pernikahan Islami yang hiburannya tidak Islami. Hal ini dikarenakan sedikitnya lagu pernikahan Islami yang ada di masyarakat. “Itulah sebabnya perlu sosialisasi tata cara pernikahan yang Islami melalui sebuah video klip,” tutur Sigit.

Komitmen LK UMM terhadap lagu-lagu Islami, bukan hanya kali ini. Sebelumnya LK UMM telah menggelar Pelatihan, Pemilihan, dan Penciptaan Lagu Anak-Anak yang Edukatif dan Islami untuk para guru PAUD dan TK se Jatim (9/11/2015). Nuryadin, salah satu pembicara Workshop dari Bumi Yogja Studio, menuturkan upaya yang dilakukan LK UMM ini sejalan dengan spirit Bumi Yogja Studio selama ini.

“Ini juga bisa dikatakan sebagai salah satu implementasi dari komitmen Pedoman Hidup Islami seperti yang digagas dalam Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta.”

Follow up dari pelatihan-pelatihan ini akan ditampilkan pada kegiatan Malam Ekspresi Seni Budaya (Maksidaya) bulan Mei depan. Mkasidaya merupakan kegiatan rutin LK UMM setiap tiga bulan sekali yang selalu mengusung tema khusus.