Mbois! KKN PPM 155 UMM Latih Pemuda Kembangkan Batik Kulit Kambing

0
20

MALANGVOICE – Masih seputar pengolahan produk pascapanen, mahasiswa KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) 155 Universitas muhammadiyah Malang kembali mengadakan program pelatihan batik kulit kambing untuk warga Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang (10/8). Belasan peserta merupakan pemuda kelompok Karang Taruna desa setempat.

Mengusung tema Optimalisasi Agribisnis Ternak Kambing Melalui Peningkatan Teknologi Dari Hulu Ke Hilir, sebelumnya beberapa mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN ini telah mengadakan program pelatihan pengolahan susu kambing menjadi yogurt, susu pasteurisasi, stik susu, dan sabun susu.

Peternakan kambing merupakan salah satu sumber daya potensial di Desa Sumbersekar. Pengembangan keterampilan dan teknologi sangat diperlukan dalam meningkatkan komoditi peternakan kambing di desa tersebut, mengingat konsumsi produk kambing tidak sepopuler konsumsi produk sapi.

Namun ternyata peternakan kambing dapat menghasilkan beberapa variasi produk yang sangat potensial tidak hanya olahan daging saja. Mulai dari olahan susu menjadi bahan pangan bergizi tinggi dan bahan kosmetika hingga bagian-bagian tertentu yang dapat dijadikan seni rupa terapan, termasuk batik kulit.

Media membatik memang cukup berbeda dibandingkan media kain pada umumnya karena tekstur kulit lebih tebal dan lentur. Batik dari kulit kambing ini bernilai jual tinggi, biasanya diaplikasikan pada tas dan sepatu.

Kendati demikian, tidak banyak warga Desa Sumbersekar yang memanfaatkan batik kulit kambing sebagai peluang usaha. Padahal bahan baku kulit kambing banyak tersedia di lingkungan sekitar.

Rizky Maulana Susanto, salah satu penanggung jawab kegiatan menjelaskan pentingnya program pelatihan ini bagi para peserta,

‘’Pelatihan pengolahan produk peternakan kambing berupa batik kulit ini diharapkan dapat membangun kreatifitas dan produktifitas para pemuda setempat agar mendatangkan manfaat yang maksimal untuk lingkungan sekitar,” kata dia.