IFC dan ADM Capital Luncurkan Platform Baru Pulihkan UKM dan Selamatkan Pekerjaan

0
510
Dari kiri ke kanan: Vivek Pathak, Direktur IFC untuk Asia Timur & Pasifik, Christopher Botsford, Joint Chief Investment Officer untuk ADM Capital dan Marcos Brujis, Direktur IFC untuk Financial Institutions Group.
Dari kiri ke kanan: Vivek Pathak, Direktur IFC untuk Asia Timur & Pasifik, Christopher Botsford, Joint Chief Investment Officer untuk ADM Capital dan Marcos Brujis, Direktur IFC untuk Financial Institutions Group.

MALANGVOICE- IFC (International Finance Coorporation), anggota World Bank Group dan ADM Capital, investor terkemuka perusahaan tertekan di Asia dan Eropa, meluncurkan platform peminjaman ulang untuk mendukung perusahaan sehat namun tertekan secara finansial di Asia.

Dalam rilis yang diterima MVoice dari Jennifer Kok, Founder & Managing Director, dijelaskan, platform itu berfungsi sebagai jaring pengaman yang memungkinkan perusahaan kecil dan menengah (UKM) tumbuh dalam ketiadaan pembiayaan dari bank, yang selanjutnya akan menyelamatkan pekerjaan dan mengamankan mata pencaharian.

Platform Peminjaman Somei (Somei Lending Platform) dari ADM Capital mengisi kevakuman kredit di Asia, di mana firma pasar kecil dan menengah yang tertekan dan beroperasi dalam pasar yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau dalam situasi khusus bisa memperoleh akses ke pembiayaan utang jangka menengah yang tidak dapat diperoleh melalui sumber sebagaimana biasanya.

Umumnya, dalam situasi demikian, tren valuasi ekuitas akan didiskon (dipotong) sangat besar, sehingga pemegang saham tidak ingin didilusikan. Pada saat bersamaan, perusahaan dalam situasi khusus atau skenario tertekan menghadapi keterbatasan peminjaman dan sangat segera membutuhkan pendanaan demi melanjutkan operasinya.

Platform Somei akan mengisi kekosongan itu, dengan menyediakan pembiayaan jangka panjang kepada perusahaan yang membutuhkan sambil sekaligus menawarkan kepada para krediturnya kemungkinan kerugian yang terbatas melalui posisi dengan jaminan berlebih (over-collateralized) dan kemungkinan keuntungan menengah melalui pembagian laba.

“Sistem perbankan sudah mencapai kapasitas penuhnya dan dibatasi oleh regulasi dalam lingkungan yang tengah mengalami kebutuhan terus-menerus akan pembiayaan lintas-batas-negara dan spesialis, sehingga menyebabkan kolapsnya pilihan pendanaan bagi perusahaan kecil dan menengah”, ujar Christopher Botsford, Joint Chief Investment Officer untuk ADM Capital.

IFC dan ADM Capital, kata dia, akan membantu perusahaan demikian, dengan menyediakan pembiayaan utang jangka panjang untuk membantu mereka melewati periode tekanan ini, sambil secara bersamaan membantu mereka menerapkan kode perilaku lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang lebih kuat dan lebih berkelestarian.

“Meskipun Asia sedikit kurang terpengaruh krisis keuangan baru-baru ini, perusahaan kecil dan sedang yang sangat penting bagi ekonomi Asia adalah justru pihak yang paling banyak menerima dampak buruk dari sangat kurangnya pembiayaan,” kata Marcos Brujis, IFC Director untuk Financial Institutions Groups.

Melalui platform ini, sambung dia, IFC dan ADM Capital akan terus mendukung perusahaan-perusahaan yang mampu bertahan guna menyelamatkan pekerjaan, melindungi karyawan, dan meningkatkan kesejahteraan di kalangan masyarakat.

“Di IFC, adalah prioritas untuk mendukung usaha kecil dan menengah guna memfasilitasi pertumbuhan, menghasilkan pekerjaan, dan membangun ekonomi yang kuat. Ini terutama benar di negara berkembang dan pasar berkembang,” ujar Vivek Pathak, Direktur IFC untuk Asia Timur & Pasifik.  Dia sangat senang bermitra dengan ADM Capital dalam platform regional yang sangat dibutuhkan ini.

IFC dan sebuah lembaga keuangan lainnya, masing-masing telah mengalokasikan modal awal sebesar US $50 juta untuk Platform Somei.

Platform Somei dikembangkan berdasarkan track record sukses Fasilitas Pinjaman Beragunan ADM Asia, yang sudah mendekati jatuh tempo dan kapasitas penuhnya hampir tercapai. Platform Somei memungkinkan ADM Capital untuk terus menyediakan pembiayaan bagi pasar khusus (niche) dengan tenor lebih panjang, dan akan melakukan investasi serupa dalam berbagai perusahaan melalui operasi utama mereka di Asia, termasuk Kamboja, Tiongkok, Indonesia, Mongolia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Pinjaman individual diperkirakan berkisar dari US$10 juta hingga US$15 juta dengan jatuh tempo hingga tiga sampai lima tahun. ADM Capital membawa serangkaian prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola untuk peminjamannya yang mencerminkan Standar Kinerja IFC untuk Kelestarian Lingkungan dan Sosial. ADM Capital Foundation, yang menawarkan pendanaan strategis kepada organisasi lokal sehingga menstimulasi pembangunan sosial dan lingkungan di seluruh Asia, baru-baru ini merayakan Hari Jadinya yang ke-10.

Platform Somei memiliki struktur inovatif di mana partisipasi investor dibuat terstruktur dalam bentuk platform pinjaman tersindikasi dengan tranche senior bergulir plus tranche junior, dan pengembalian pokok pinjaman kepada investor setelah delapan tahun. Platform ini menargetkan ukuran akhir hingga US$200 juta.