Erik: Pohon Dicat, Karena Banyak Anak Sawanen!

2
48
Petugas DKP sedang mengecat pohon beringin di Alun-alun Merdeka.

MALANGVOICE – Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mengatakan, pengecatan pohon beringin di Alun-Alun Merdeka untuk menghilangkan kesan angker.

Kesan angker itu masukan dari warga yang berlibur di tempat itu. Masyarakat yang mengajak anaknya bermain di playground, kerap merasa pohon itu suasananya angker dan membuat anak mereka ‘sawanen’.

“Banyak anak yang sawanen ketika diajak ke sana, karena itulah pohon dicat,” kata Erik, beberapa menit lalu.

Ia menegaskan, cat warna-warni itu memang disamakan dengan corak playground yang ada di sebelah pohon.

“Lagi pula cat yang kami pakai tidak mengandung zat yang berbahaya dan akan luntur ketika kena satu atau dua kali hujan,” bebernya.

Jika memang masyarakat tidak berkenan dengan hal itu, maka DKP tidak akan mengecat ulang setelah proses pembersihan oleh petugas.

“Kita tidak ada niatan mengecat semua pohon, hanya satu itu saja,” tandasnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Salamet, mengimbau kepada DKP agar tidak berlebihan dalam berinovasi termasuk mengecat pohon beringin.

“Biarkan pohon itu hidup alami tanpa ada racun cat warna yang bisa merusak kealamian pohon berusia puluhan tahun itu,” tegas Salamet.-