Electrive, Kontrol Alat Elektronik di Rumah Kini Bisa Lewat Aplikasi

0
695
Aplikasi mempunyai fitur jadwal
Aplikasi mempunyai fitur jadwal

MALANGVOICE – Selalu kerepotan jika harus mematikan atau menyalakan manual lampu dan berbagai alat elektronik satu- persatu di rumah? Dengan Electronic Creative (Electrive) kini mematikan peralatan elektronik bisa otomatis dikendalikan dari aplikasi smartphone berbasis Android.

Taupik menunjukkan aplikasi
Taupik menunjukkan aplikasi

Elektrive merupakan karya technopreneur lima mahasiswa Politeknik Negeri Bandung, yaitu Taupik Ismail, Tezar Pramesta, Muhammad Kosim, Jeanita Hendrawan, dan Firhan.

Ide mereka bermula dari pengalaman Taupik yang rumahnya pernah kemalingan saat Taupik pergi mudik lebaran. Menurut dugaan, Maling itu tahu kondisi rumah sedang kosong karena lampu rumah terus menerus menyala selama tiga hari berturut-turut.

“Berarti kan kelihatan banget kalo rumah saya sedang kosong ya,” katanya.

Sehingga dengan Elektrive, si pemilik rumah bisa mengontrol nyala lampu dari jarak jauh bakan ketika mereka di luar kota dan luar negeri sekalipun.

Taupik menambahkan, alatnya juga memudahkan mereka dengan keterbatasan fisik atau disabilitas untuk mengontrol alat elektronik di rumah.

Cara kerja Electrive sederhana dan mudah diterapkan. Sebuah alat, yaitu Electric Vol disambungkan dengan berbagai macam elektronik. Bisa disambungkan 3, 4 dan maksimal 12 channel alat elektronik. Misalnya di lampu, kipas, televisi dan AC.

Selanjutnya, melalui sebuah aplikasi yang didesain khusus, si pemilik rumah bisa mengkontrol nyala atau mati hanya melalui tombol ON OFF di aplikasi tersebut. Perintah itu disambungkan melalui sinyal SMS dengan sinyal minimal 2G. Alat ini tidak bisa digunakan di daerah tanpa sinyal.

Selain itu, Electrive dilengkapi dengan sensor gerak. Jadi alat ini bisa melacak gerakan dirumah ketika semua penghuni rumah sedang pergi dan melaporkannya di aplikasi.

Selain itu mematikan lampu rumah bisa dijadwal pada jam-jam tertentu. Fitur ini paling cocok ketika pemilik rumah berpergian jauh dan berhari-hari.

“Selain tombol ON OFF di aplikasi, perintahnya juga bisa dengan suara. Jadi memudahkan mereka yang punya keterbatasan fisik. Tinggal perintahkan saya ‘Matikan lampunya’,” kata Taupik sambil memperagakan alatnya.

Electrive mendapat respon baik dari masyarakat setelah Taupik dan timnya menggelar sosialisasi ke masyarakat sekitar. Masyarakat sebelumnya beranggapan alat ciptaan mereka tidak bermanfaat.

“Tapi kini mereka tau manfaatnya. Misalnya ketika mereka mau pergi dan buru-buru tapi lupa mematikan lampu. Akan lebih mudah kalau pakai ini. Terus rumah juga tidak jadi target maling,” tutup Taupik.