Aman dari Jeratan Media Online Abal-abal, ini Tipsnya!

0
45
Prof DR Drs Henri Subiakto SH MA (Tika)

MALANGVOICE – Pertumbuhan media online di Indonesia diibaratkan oleh Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Prof DR Drs Henri Subiakto SH MA, seperti cendawan di musim hujan. Artinya, pertumbuhannya pesat.

“Karena begitu mudahnya membuat media online, pertumbuhannya cepat,” jelas dia saat ditemui di Savana Hotel usai memberikan materi dalam Seminar Nasional ‘Digitalisasi, Komodifikasi dan Politisasi Informasi Media’, yang digelar FIA UB dan bekerja sama dengan Monumen Pers Nasional, Kamis (15/9).

Pertumbuhan media online yang pesat itu menurutnya juga menumbuhkan media dengan konten tidak bertanggung jawab alias abal-abal.

“Banyak yang abal-abal, tidak patuh dengan kode etik jurnalistik. Isinya menghantam atau membela terus, tidak obyektif. Beritanya juga nggak jarang ngawur,” beber guru besar Unair ini.

Henri menambahkan, banyak juga media online yang tidak mencantumkan alamat redaksi dengan jelas.

Padahal, lanjut laki-laki bertutur bahasa lugas ini, media online harus mencantumkan alamat redaksinya.

“Makanya jika ada kesalahan dalam pemberitaannya, tidak bisa diminta pertanggungjawaban. Alamat redaksi yang dicantumkan malah domain mereka,” ulas Henri.

Karena itu dia menyarankan kepada pembaca, agar lebih teliti dalam mengonsumsi berita media online.

Aspek utama yang harus dilihat adalah kejelasan alamat redaksi dan konten berita.

Jika alamat redaksinya tidak ada atau fiktif, serta konten berita yang menyalahi kode etik, bisa dipastikan website tersebut abal-abal.

“Sederhananya begitu. Jika alamatnya nggak ada, identitas tidak jelas, isinya ngawur berarti abal-abal. Ayo, media kamu ada alamatnya nggak?” canda dia menutup perbincangan dengan MVoice.