MALANGVOICE – Ada yang berbeda dari prosesi yudisium Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) tahun ini. Mengusung konsep “Heppie Outdoor Yudisium”, seluruh rangkaian acara digelar di ruang terbuka pada Jumat (29/8) malam, jauh dari kesan kaku dan formal seperti biasanya.
Rektor UIBU, Dr Nurcholis Sunuyeko, menjelaskan, konsep outdoor dipilih agar momen kelulusan lebih berkesan.
“Kami ingin memberikan kebahagiaan bagi mahasiswa yang sudah menyelesaikan seluruh proses perkuliahan,” ujarnya. Panggung hiburan pun disiapkan khusus untuk menambah suasana meriah.
Sebanyak 1.200 mahasiswa mengikuti yudisium ini. Menurut Nurcholis, sebagian besar mampu lulus dalam waktu tercepat 3,5 tahun, sementara yang terlama 5 tahun atau 10 semester.
“Rata-rata IPK di atas 2,5 bahkan mayoritas di atas 3. Mereka benar-benar terlihat bahagia saat namanya dipanggil dekan dan dinyatakan lulus,” tambahnya.
Prosesi yudisium ini menjadi pembuka menuju wisuda resmi yang akan digelar September mendatang. Namun, Nurcholis mengingatkan, kelulusan bukan akhir perjalanan.
“Lulus itu baru awal. Spirit belajar harus tetap dijaga karena tantangan bangsa semakin kompleks. Mahasiswa harus terus berkontribusi memecahkan persoalan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memberi apresiasi khusus kepada mahasiswa yang selama kuliah sambil bekerja. Baginya, hal itu menunjukkan kemandirian sekaligus keseriusan mereka membiayai pendidikan.
“Banyak dari mereka yang bekerja, meski tidak selalu sesuai bidang ilmunya. Tapi itu bukti tanggung jawab dan daya juang mahasiswa,” kata Nurcholis.
Tak lupa, rektor menyampaikan penghargaan kepada mahasiswa asal kawasan Indonesia Timur. Ia berharap para lulusan bisa kembali dan berkontribusi membangun daerahnya.
“Mudah-mudahan kehadiran para sarjana ini membawa kemajuan pembangunan, khususnya di Indonesia Timur,” pesannya.(der)