Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Bahaya Hipertensi, Puskesmas Kedung Kandang Punya Cara ini

Kepala Puskesmas Kedungkandang, dr Yulia Damayanti memberikan contoh kartu Gertak Sambalado. (Lisdya Shelly).
Kepala Puskesmas Kedungkandang, dr Yulia Damayanti memberikan contoh kartu Gertak Sambalado. (Lisdya Shelly).

MALANGVOICE – Hipertensi adalah urutan pertama kasus Penyakit Tidak Menular di Puskesmas Kedung Kandang, Kota Malang. Komplikasi hipertensi adalah stroke yang merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak saat ini.

Bahkan pasien penderita hipertensi mencapai 4.876 orang. Dan 48 persen di antaranya ada di Kelurahan Kedung Kandang.

Oleh karena itu, puskesmas yang langsung menangani 4 kelurahan, diantaranya wilayah Kedung Kandang, Kota Lama, Wonokoyo dan Buring membuat program inovasi.

BNN Kota Malang

Kepala Puskesmas Kedung Kandang, dr Yulia Damayanti mengungkapkan, untuk mengurangi jumlahnya, pihaknya membuat program “Gertak Sambalado” (gerakan tanam sayur, buah, dan aktivitas fisik olahraga).

“Dengan cara begitu mereka mulai sadar untuk memulai hidup sehat,” ujar Yulia kepada MVoice. Senin (19/3).

Perlu diketahui, bahwa masyarakat yang menderita hipertensi bisa mengisi dengan cara ceklis di kartu SGSC (Smile Gertak Sambalado Card).

“Mereka mengisi apakah sudah menanam tanaman dan sayuran, dan mulai makan sayur dan buah. Kemudian apakah mereka juga aktivitas fisik, dengan ini dimaksudkan adalah senam,” imbuhnya.

Kegiatan menanam bibit sayur dan buah ini sudah dilaksanakan sejak September 2017 di “Taman Rola” oleh RW 03 dan RW 07 Kedung Kandang. Selain itu, aktifitas olahraga dilakukan setiap satu kali sepekan di hari Minggu.

“Di pekan kedua setiap bulan, dilakukan pemeriksaan rutin dan evaluasi Puskesmas Kedung Kandang. Karena mereka harus tahu, oh ini lo pengobatan non medical,” tegasnya.

Dengan kegiatan yang dirutini ini, tingkat penyakit hipertensi di Kedungkandang sampai tahun 2017 berkurang hingga 4,6 persen.(Der/Ak)