Kota Malang Memilih Pemimpin

Tak Hanya Terjun Langsung Serap Aspirasi, Nanda – Wanedi Juga Manfaatkan Medsos

Akun media sosial milik pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ya'qud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi. (Istimewa)
Akun media sosial milik pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ya'qud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tidak saja melalui forum temu langsung dengan masyarakat, Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Dr Ya’qud Ananda Gudban – H. Ahmad Wanedi juga memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk menyerap aspirasi masyarakat. Terdapat beberapa akun yang dimanfaatkan pasangan Menawan ini.

Selain di Facebook, pasangan ini juga memiliki akun Instagram. Di samping akun pribadi dengan nama Nanda Gudban dan Ahmad Wanedi, serap aspirasi juga dijaring melalui akun media sosial resmi Pasangan MeNaWan yang sudah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum dengan nama “Malang Kota Menawan”.

Salah satu masukan dan keluhan warga terkait dengan penataan infrastruktur seperi perbaikan jalan berlubang, dan sebagainya, salah seorang warga juga mengusulkan adanya Pasar Buah yang bersih dan nyaman bagi pembeli.

Menanggapi masukan warga itu, Calon Wakil Wali Kota Malang, H. Ahmad Wanedi, mengatakan jika memang diperlukan adanya pasar tematik seperti pasar buah yang dikehendaki oleh warga. Menurut Sam Wanedi, sapaan akrabnya, saat ini rujukan Pasar Tradisional yang khusus menjual buah masih jarang dan tidak terintegrasi.

“Saya kira perlu kedepan ditata bagaimana pasar-pasar tematik ini ada di Kota Malang. Dengan begitu warga dan wisatawan yang datang ke Kota Malang dimudahkan untuk berbelanja,” kata Ahmad Wanedi.

Ia menambahkan, untuk menuju ke perbaikan Pasar Tradisional yang ada di Kota Malang dibutuhkan data base pedagang dan juga data soal kebutuhan untuk perbaikan pasar tradisional agar menjadi nyaman dan bersih.

Pasalnya, hasil sambang pasar beberapa kali yang dilakukan oleh Wanedi, masih ditemui jika kondisi pasar yang kurang nyaman menjadi keluhan pedagang dan pembeli, serta tak pelak berdampak pada menurunnya daya beli.

“Segala keluhan sudah kita tampun dan kita rumuskan dalam sebuah program. Menumbuh kembangkan pasar tradisional ini adalah mendongkrak kembali sektor perekonomian riil di masyarakat,” tegasnya.

Soal keluhan warga terkait dengan jalan berlubang, H. Ahmad Wanedi sudah berkomitmen dengan program setahun jalan mulus. Hal ini menurut Wanedi sudah dirumuskan dan melalui tahap penghitungan secara detil beserta teknisnya.

“Pengalaman saya sebagai pengusaha akan saya terapkan betul dalam upaya mewujudkan program itu,” pungkasnya.(Coi/Aka)