Jelang Pilwali Kota Malang

Tak Gegabah, Golkar Lebih Dulu Ukur Kekuatan di Pilwali Malang

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Nyono Suharli saat hadir di Rakerda dan Pelantikan Partai Golkar Kota Malang.(Miski)
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Nyono Suharli saat hadir di Rakerda dan Pelantikan Partai Golkar Kota Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Partai Golkar belum memastikan diri mengusung kadernya dalam Pilwali Kota Malang, 2018 mendatang.

Saat ini, Golkar sedang melakukan survei internal dan penjaringan terhadap tokoh yang muncul di masyarakat. Salah satunya, tokoh di luar partai, HM Anton yang juga calon petahana tak luput dari survei tersebut.

“Di internal, mengerucut ke pak Sofyan Edi Jarwoko. Tapi, lihat saja nanti perkembangannya,” kata Ketua DPD Jawa Timur, Nyono Suharli, di Hotel Santika, Minggu (6/8).

Komunikasi politik antar partai telah dilakukan ditingkat provinsi. Nyono menyerahkan komunikasi di kabupaten/kota dilakukan pengurus daerah.

Partai beringin ini menyadari tidak bisa mengusung calon sendiri. Pasalnya, Golkar hanya memiliki 5 kursi di DPRD Kota Malang.

“Partai tentunya lebih dulu mengukur kekuatan dan kemampuan. Pokoknya yang terbaik buat partai,” jelas dia.

Sementara, Sofyan Edy Jarwoko, belum memastikan akan kembali mencalonkan di Pilwali Kota Malang.

“Lihat situasi dulu dan hasil penggodokan partai yang akan jadi acuan. Semuanya diserahkan ke pengurus DPP,” ungkapnya.

Di Pilwali Kota Malang sebelumnya, Sofyan Edy Jarwoko menjadi wakil Heri Pudji Utami yang tidak lain istri wali kota dua periode, Peni Suparto. Namun, keduanya kalah terhadap HM Anton-Sutiaji.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria