Sutiaji Minta Peran Koperasi Putus Praktik Rentenir dan ‘Bank Tithil’

Wali Kota Malang, Sutiaji memberikan sambutan di rapat Bimtek Diskopindag Pemkot Malang. (istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji, berkeinginan memaksimalkan peran koperasi agar bisa memutus praktik rentenir atau bank tithil. Pernyataan itu disampaikan Sutiaji saat menghadiri Bimtek Rapat Anggota dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Rabu (27/1).

Sutiaji mengatakan, keberadaan koperasi dapat menjadi jalan keluar masyarakat dari praktik rentenir atau bank tithil yang meresahkan, maupun praktik pinjaman online yang tidak memiliki regulasi kuat. Mengingat banyaknya praktik rentenir berkedok koperasi yang justru penyelenggaraannya menyimpang dari asas-asas koperasi itu sendiri.

”Koperasi harus dapat hadir memangkas hal itu. Kami harap koperasi dapat meminimalisir orang-orang tersebut,” ujar Sutiaji dihadapan puluhan peserta Bimtek Rapat Anggota tersebut di Hotel Gajahmada Graha.

Kendati adanya penyimpangan praktik koperasi yang tidak sesuai dengan penyelenggaraan AD-ART serta undang-undang yang berlaku, Sutiaji juga meminta agar dinas terkait dapat menginventarisir koperasi-koperasi yang sehat dan tidak sehat untuk kemudian ditindak-lanjuti. Karena penyelenggaraan koperasi harus bebas dari kepentingan-kepentingan tersendiri.

“Inventarisir koperasi-koperasi yang hanya simbolnya saja, sementara praktik-praktiknya menyimpang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kota Malang tersebut turut mengajak seluruh masyarakat untuk gemar menjadi anggota koperasi. Mengingat tujuan koperasi sendiri mensejahterakan anggotanya.

“Koperasi ini luar biasa, jenis usaha yang sesuai budaya kita. Karena dasarnya menolong untuk kebaikan. Ayo koperasi kita kuatkan kita besarkan,” tutup Pak Aji sapaan akrabnya.(der)