Serikat Buruh Sepakat Deklarasi Damai Pemilu 2019

Deklarasi Pemilu 2019 damai. (istimewa)

MALANGVOICE – Serikat buruh se-Malang Raya mendeklarasikan Pemilu 2019 Damai dan Sejuk. Deklarasi itu dilakukan bersama Pemkab Malang saat sarasehan ketenagakerjaan, Minggu (9/12).

Deklarasi itu dianggap penting karena bisa menjalin sinergitas tanpa perlu ada keretakan karena berbeda pilihan. Selain itu mereka juga duduk bersama membicarakan problematika hubungan industrian dan juga mencari solusi-solusi yang terbaik.

Serikat buruh yang hadir antara lain SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Malang Raya, SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) Malang, APSM (Asosiasi Pekerja Sejahtera Malan), SBM Malang dan SARBUMUSI (Serikat Buruh Muslim Indonesia) Malang. Selain pengurus, hadir pula anggota buruh Malang Raya untuk menyampaikan pesan damai dalam deklarasi ini.

Dalam deklarasi itu ada 7 point penting yang dibacakan, intinya menjaga keutuhan NKRI berdasar UUD 1995 dan Pancasila, siap menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa dengan berupaya sekuat tenaga dalam menjaga kerukunan umat beragama, siap merawat keharmonisan hubungan antar warga negara toleransi dan saling menghormati dalam setiap perbedaan. Siap melaksanakan pemilihan presiden pemilihan legislatif tanpa hoax, politisasi sara dan politik uang.

Ketua DPC SPSI Kabupaten Malang Kusmantoro Widodo, mengatakan bahwa Malang Raya harus selalu kondusif. Hal itu penting karena mampu menjadi contoh di tempat lain.

“Jangan mudah termakan berita hoax yang menghasut. Harapan kami jelang pemilu jangan memanfaatkan serikat pekerja dan serikat buruh dalam kepentingan politik. Harapan kami jangan mau dimanfaatkan kepentingan politik sesaat. Selalu ciptakan rasa aman, nyaman dan sasana sejuk,” ujarnya.

Ditambahkan Dewan Pengupahan dan SDM Apindo Kota Malang Yohanes Haryo Sutrisno, meminta agar buruh dan pengusaha berdemokrasi secara sehat dan kondusif.

“Semoga tidak dipolitisir, dan semua pihak bisa bersikap dewasa, karena politik adalah hak pribadi masing-masing warga negara. Ada ungkapan kalau mendapat kasih sayang dadakan, siap siap lah ditinggal dadakan. Kalau ada yang merayu-rayu cobalah untuk dipikir lebih dulu,” pesan Yohanes.

Dalam kesempatan itu Kasat Intelkam Polres Malang Kota AKP Budi Winarto dan Kabid Hubungan Perindustrian Disnaker Kabupaten Malang Akhmad Rukmianto hadir dan memberikan materi ringan.(Der/Aka)