Polemik Pembangunan Pasar Dinoyo

Sejumlah Pedagang Bersikukuh Menetap di Pasar Merjosari

Suasana Pasar Merjosari. (Muhammad Choirul)
Suasana Pasar Merjosari. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Seruan Dinas Perdagangan agar pedagang di Pasar Merjosari pindah ke Pasar Terpadu Dinoyo menemui ganjalan. Pasalnya, pedagang bersikukuh menetap di Pasar Merjosari.

Salah seorang pedagang sayur, Ngatmani, enggan dipindah ke Pasar Terpadu Dinoyo lantaran lokasi baru dinilai tidak layak. “Tempatnya kecil, repot kalau buat jual sayur-sayuran, di sana cocoknya buat jualan HP sama batu akik,” tandasnya.

Pria paruh baya itu mengaku sudah nyaman berdagang di Pasar Merjosari. Dikatakan, meski Dinas Perdagangan sudah tidak menarik retribusi resmi, namun para pedagang bahu-membahu mengumpulkan iuran untuk keamanan, kebersihan dan parkir.

Ngatmani juga turut membayar iuran itu. “Di sini sudah enak, ada uang iuran pedagang sebesar Rp 3000,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan pedagang lain, Rasmo. Lebih lanjut, dia mengaku tidak tahu jika Dinas Perdagangan menyerukan pindah lantaran pembongkaran bertahap segera dilakukan.

“Sudah enak, malas saja pindah-pindah lagi, lagian saya juga kurang mengerti kalau akan dipindah lagi,” pungkasnya.