Bentrokan Mahasiswa Unikama

Rektor Unikama : Mahasiswa NTT Mendapat Perlakuan Sama

Rektor Unikama Pieter Sahertian (baju coklat, berkacamata) saat ditemui awak media. (Toski D).
Rektor Unikama Pieter Sahertian (baju coklat, berkacamata) saat ditemui awak media. (Toski D).

MALANGVOICE – Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Pieter Sahertian bantah tudingan adanya tebang pilih dalam memberlakukan para mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya, pihak Unikama tidak membeda-bedakan semua Mahasiswanya.

“Semua mahasiswa kami anggap sama, baik itu dari NTT maupun lainnya,” ucap Pieter, saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.

Bahkan, lanjut Pieter, mahasiswa NTT di Unikama ini banyak yang menjadi Ketua dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

BNN Kota Malang

“Mereka (Mahasiswa NTT, red) mayoritas menjadi ketua di UKM kampus, hanya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ketuanya dari Jawa,” jelasnya.

Menurut Pieter, pihaknya memberikan kebebasan untuk belajar dalam berpolitik yang wajar, dan diharapkan tidak memasukan politik sektarian maupun politik primordial dalam lingkungan kampus, yang itu bukan hal bagus, karena Kampus Unikama ini merupakan kampus yang multikultur.

“Kalau memang tidak bisa mewarnai multikultur, maka silahkan angkat kaki dari sini. Kampus itu seperti kawah candradimuka untuk mereka ditempa,” tegasnya.

Selain itu, tambah Pieter, dirinya juga membantah jika pihaknya telah melakukan intervensi terhadap KPU Kampus dan keberpihakan pada salah satu kontestan Pasangan calon Presma.

“Tidak ada lah seperti itu. Saya malah tidak mendengar tudingan seperti itu. Saya beri kesempatan yang sama. Kalaupun ada yang datang untuk konsultasi, saya selalu terima, saya dukung semua. Siapapun yang menang adalah mitra kami, mereka bisa menjadi kontrol bagi kampus. Kalau ada pelayanan kampus yang tak benar dan tak baik mereka yang akan jadi pengontrol,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Unikama juga mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat sekitar akan adanya situasi yang sempat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Ke depan, pihak kampus berjanji akan membuat suasana kampus menjadi lebih kondusif dengan pembinaan yang akan terus dilakukan. (Hmz/Ulm)