Jelang Pilwali 2018 Kota Malang

Rekomendasi Nasdem untuk Anton Harga Mati, Posisi N2 Bisa Berubah

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Malang, M Fadli, bersama HM Anton dan Syamsul Mahmud. (Istimewa)
Ketua DPD Partai Nasdem Kota Malang, M Fadli, bersama HM Anton dan Syamsul Mahmud. (Istimewa)

MALANGVOICE – Ketua DPD Partai Nasdem Kota Malang, Moch Fadli, membenarkan rekomendasi terhadap pasangan HM Anton – Syamsul Mahmud. Rekomendasi ini tertuang melalui surat tertanggal Jakarta, 13 Desember 2017, bernomor 230-SI/DPP-NasDem/XII/2017.

Fadli mengaku, dia mengambil langsung surat rekomendasi itu di Jakarta bersama Anton dan Syamsul Mahmud. “Kami langsung ditemui Pak Efendie Choirie (Ketua Bappilu DPP Partai Nasdem),” kata pria yang juga anggota DPRD Kota Malang ini.

Lebih lanjut, dia membeberkan, ternyata sebelum ini Anton diam – diam telah mengikuti penjaringan yang digelar Nasdem. Fadli menyebut, meski berstatus petahana, Anton tidak ragu mendaftarkan diri melalui partai pemilik satu kursi legislatif ini.

“Kami tindak lanjuti dengan komunikasi internal, kemudian turun rekomendasi kepada Abah Anton,” tandasnya. Dia menegaskan, rekomendasi untuk pasangan Anton – Syamsul Mahmud belum merupakan keputusan final.

Sebab, DPP Partai Nasdem belum mengeluarkan surat keputusan secara resmi yang akan digunakan sebagai syarat pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hanya saja, Fadli menegaskan, Nasdem positif mengusung Anton sebagai Calon Wali Kota.

Di sisi lain, Fadli juga mengajak Syamsul Mahmud mendaftar Bakal Calon Wakil Wali Kota Malang melalui Nasdem. Meski demikian, belum tentu nantinya keputusan akhir ada di pihak Syamsul Mahmud yang selama ini menjabat Sekretaris REI Komisariat Malang itu.

“Kalau Bacalon N2 masih saja bisa berubah, intinya Nasdem merekomendasi Abah Anton, kalau wakil bisa saja nanti konstelasi politik berubah. Juga tergantung pada pilihan Abah Anton,” pungkasnya.(Coi/Aka)