#SaveAlQuds

Protes Kebijakan Trump, Ini Empat Poin Pernyataan Sikap DPD PKS Se-Malang Raya

PKS se-Malang Raya menggelar aksi solidaritas di depan Gedung DPRD Kota Malang. (Muhammad Choirul)
PKS se-Malang Raya menggelar aksi solidaritas di depan Gedung DPRD Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Malang Raya memprotes kebijakan pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah rezim Donald Trump. Ini terkait nasib Palestina yang dinilai kian terancam dengan pemindahan kedutaan besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Ketua DPD PKS Kota Malang, Ernanto Djoko Purnomo, menegaskan pihaknya menyampaikan empat poin tuntutan. Hal ini diserukan dalam aksi solidaritas di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (11/5).

Pertama, pihaknya mengutuk keras keputusan Pemerintahan Trump yang tetap mengabaikan Keputusan Majelis Umum PBB sehingga menurunkan kredibilitas PBB sebagai lembaga pemelihara perdamaian dunia. “Langkah ini telah mencoreng dan merusak tatanan hubungan internasional dan berpotensi menimbulkan konflik baru di kawasan Timur Tengah,” tegasnya.

Karena itu, PKS menuntut keras Pemerintahan Trump untuk mendengar aspirasi masyarakat Internasional dengan segera membatalkan rencana pemindahan kedutaan besarnya. Poin kedua, pihaknya mengharapkan kepada PBB untuk segera menyikapi arogansi Pemerintahan Trump dalam keputusan pemindahan kedutaan besarnya

Mengingat, mayoritas anggota PBB telah menolak pada voting tanggal 21 Desember 2017 termasuk di antaranya 4 negara yang memiliki hak veto. Poin berikutnya adalah mendukung usaha Pemerintah Republik Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan hak penguasaan atas kota Yerusalem (Al-Quds) sebagai Ibukota Palestina.

“PKS juga mengharapkan adanya peran diplomasi yang optimal untuk mengajak negara-negara internasional dalam mendukung kemerdekaan Palestina,” imbuh Ernanto.

Terakhir, PKS Mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk melakukan aksi nyata terhadap keputusan Pemerintahan Trump terkait Yerusalem (Al-Quds). Aksi ini meliputi penyebaran informasi sesungguhnya tentang kebiadaban Zionis Israel dan penderitaan rakyat Palestina.

Selain itu, bisa juga dengan menyemarakkan edukasi terkait keistimewaan kota bersejarah Al-Quds, dan. “Kami juga mengajak masyarakat melakukan gerakan sosiokultural yang serius, seperti boikot produk Israel,” pungkasnya.(Coi/Aka)