MALANGVOICE – Memasuki Bulan Ramadan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang tetap berjalan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang memastikan distribusi makanan ke sekolah-sekolah tidak dihentikan, meski ada sejumlah penyesuaian.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Malang, Muhammad Athoillah, mengatakan perubahan dilakukan sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Penyesuaian tersebut mencakup jenis menu dan jadwal pendistribusian selama Ramadan.
Bayu Rekso Terima Banyak Keluhan Soal BPJS PBID, Desak Evaluasi Program UHC
“Untuk menu MBG saat Ramadan, kita distribusikan dalam bentuk kemasan. Seperti buah, roti, telur, dan susu,” jelas Athoillah, Kamis (19/2).
Selama bulan puasa, menu yang dibagikan berupa makanan kering dalam kemasan yang mampu bertahan beberapa jam di suhu ruang. Langkah ini diambil agar makanan tetap segar dan layak dikonsumsi hingga waktu berbuka.
“Jadi, kami siapkan makanan yang bisa awet dan dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa,” tambahnya.
Selain itu, SPPG juga menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh satuan pelaksana untuk menjaga kualitas makanan. Salah satu poinnya adalah menghindari penggunaan santan atau bahan sejenis yang mudah basi.
“Untuk makanan kemasan, kalau bisa tidak menggunakan santan dan sejenisnya. Arahan ini sudah kami sampaikan lewat surat edaran,” terangnya.
Tak hanya menu, jadwal distribusi juga disesuaikan. Jika biasanya makanan dibagikan lebih pagi, selama Ramadan pendistribusian dilakukan sedikit lebih siang agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
“Pendistribusian tetap setiap hari. Bedanya saat bulan puasa ini, waktunya agak siang supaya tidak mengganggu jadwal pelajaran,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk sekolah dengan mayoritas siswa nonmuslim, menu dan jadwal distribusi tidak mengalami perubahan. Makanan tetap dibagikan dalam bentuk basah menggunakan ompreng seperti hari biasa.
“Jika mayoritas siswa tidak berpuasa, maka kita berikan menu basah seperti biasa menggunakan ompreng,” imbuhnya.
Adapun distribusi untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetap berjalan normal tanpa penyesuaian Ramadan. Skema pembagiannya juga masih sama seperti sebelumnya.
“Khusus 3B tetap berjalan seperti biasa karena mereka tidak berpuasa. Misalnya Senin dibagikan ompreng, maka Selasa dan Rabu makanan kemasan. Kamis kirim menu basah lagi di ompreng, lalu Jumat dan Sabtu makanan kering,” pungkas Athoillah.(der)