Presiden Jokowi Menganugerahkan Pahlawan Nasional Tokoh Asal Malang KH Masjkur

KH Masjkur. (Istimewa)
KH Masjkur. (Istimewa)

MALANGVOICE – Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Masjkur, Jumat (8/11). Tokoh asal Malang itu memiliki catatan sejarah tersendiri bagi Yayasan Sabilillah Malang.

Siang ini pkl.13.30 WIB akan disampaikan pengumuman di Istana Negara bahwa *KH Masjkur*, Pimpinan Tertinggi Barisan Sabilillah, Anggota BPUPKI yg merumuskan Pancasila dan UUD 1945, Pendiri Yayasan Sabilillah Malang, Ketua Yayasan Universitas Islam Malamh (UNISMA) Pertama, Ketua Umum PB NU, Menteri Agama RI, akan dianugerahi *Gelar Pahlawan Nasional Republik Indonesia* oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Yayasan Sabilillah bidang Sosial, Ekonomi dan Kemasyarakatan M. Mas’ud Said mengatakan, pengusulan dan pengurusan berkas pahlawan nasional KH. Masjkur sudah dilakukan sejak tahun 1995, namun sempat berhenti proses pemberkasannya. Pada Oktober tahun 2017, proses dan pemberkasan diulang kembali dan diserahkan secara resmi kepada Direktorat Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI. Proses verifikasi lapangan dari Kemensos juga sudah dilakukan pada Oktober 2018.

BNN Kota Malang

“Menjelang peringatan hari pahlawan nasional tahun 2019 ini alhamdulillah berhasil ditetapkan oleh presiden,” katanya dalam keterangan tertulis diterima MVoice.

Ia melanjutkan, tim mengikutsertakan dan didukung oleh Gubernur Jatim, Bupati Malang, Walikota Malang, Walikota Batu, dan tokoh-tokoh di Malang Raya dikordinasi oleh Yayasan Sabilillah Malang.

“Selain itu, dukungan untuk Gelar Pahlawan Nasional RI juga datang dari berbagai pondok pesantren dan perguruan tinggi baik negeri dan swasta yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia,” imbuhnya.

Sosok KH Masjkur, masih kata dia, membangun Masjid Sabilillah yang menjadi masjid besar percontohan paripurna nasional tahun 2017.
Pengusulan KH Masjkur menjadi pahlawan nasional dilakukan selama setahun lebih melalui Dinas Sosial dan ditujukan ke Kementrian Sosial RI. Buku-buku dan bukti sejarah ditelisik oleh tim peneliti, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi terutama Universitas Islam Malang, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang dan Universitas Islam Raden Rahmat.

“Sebanyak 8 buku tentang almaghfurlah KH. Masjkur telah diterbitkan dan pernah didistribusikan ke lembaga-lembaga pendidikan di Jawa Timur,” urainya.

Buku-buku tersebut beragam, mulai buku biografi perjuangan (3 naskah buku), fragmen pemikiran KH. Masjkur dalam pandangan akademik (2 buku), kiprah dan perjuangan dalam catatan media (1 buku), komik (1 buku), napak tilas gerilya militer di trenggalek (1 buku).

“Ini adalah penghormatan negara yang sangat besar untuk masyarakat Jawa Timur, Malang Raya, dan NU, dan khususnya pihak keluarga Singosari, Yayasan Al Maarif Singosari, keluarga besar Pesantren Bungkuk Singosari, terutama almaghfurlah KH M Tholchah Hasan,” jelasnya.

“Semoga semangat berjuang kita, keikhlasan kita, daya khidmad kita bisa meniru para alim umalam seperti KH Masjkur,” pungkasnya.(Der/Aka)