Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Ambrol, Kadis PUPR : Pondasi Masih Kuat

Penampakan plengsengan ambrol di dekat proyek jembatan Kedungkandang, Senin (23/11). (Aziz Ramadani)
Article top ad

MALANGVOICE – Plengsengan Sungai Amprong persis di dekat proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang ambrol. Penyebabnya kuat dugaan karena hujan deras.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, plengsengan ambrol baru diketahui sekitar pukul 05.20 WIB, Senin (23/11). Konstruksi yang terdampak, lebarnya kurang lebih 25 meter dan tinggi kurang lebih 6 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan, plengsengan yang ambrol tersebut baru saja rampung digarap, Sabtu lalu (21/11).

“Tapi Minggu (22/11) sudah ambrol. Ambrolnya itu juga barengan dengan plengsengan yang ada di seberangnya (timur). Mungkin sekitar jam 8-9 malam posisi waktu itu hujan deras,” katanya dikonfirmasi awak media.

Ia melanjutkan, bahwa plengsengan yang ambrol merupakan bangunan tambahan dari Dinas PUPR untuk menata jalur alternatif.

“Jadi, pembangunan itu adalah plengsengan tambahan, karena saya minta ada jalan dari sisi utara. Jadi kalau mau belok ke Jalan Muharto itu, kalau crowded (macet) bisa lewat ke jalur bawah,” urainya.

Pria akrab disapa Soni ini menambahkan, bagian yang ambrol dari plengsengan itu terdiri dari 3 segmen paling atas. Sementara, pondasinya diklaim masih kuat.

“Jadi pondasinya tidak apa-apa. Yang ambrol kan cuma ada 3 segmen. Tapi saya lihat pondasinya tidak apa-apa,” jelasnya.

Merespon peristiwa itu, pihaknya bakal menginstruksikan kepada pelaksana proyek untuk mengganti bahan plengsengan. Semula dari batu, diganti menggunakan beton.

“Saya gak mau diganti batu yang sudah terpakai. Kita langsung lakukan perbaikan lagi. Gak hanya yang ambrol saja yang kita bangun, tapi juga di plengsengan sisi timur juga,” pungkasnya.(der)