Perumda Tugu Tirta Kota Malang Segera Manfaatkan Bantuan KemenPUPR

Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, Nor Muhlas
Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, Nor Muhlas

MALANGVOICE – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) berikan bantuan ke Perumda Tugu Tirta Kota Malang sebagai solusi jangka pendek mengatasi kesulitan air akibat pecahnya pipa transmisi berukuran 500 mm di Desa Pulungdowo, Tumpang.

Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan dari Kemen PUPR berupa 1 unit pompa dengan kapasitas 10 liter per detik, 2 pengeboran, 25 mobil tangki dan 100 unit termibal air.

“Bantuan tersebut untuk solusi jangka pendek, untuk solusi jangka panjangnya, Kemen PUPR akan segera membangun kembali jaringan pipa transmisi dengan ukuran yang sama, yakni 500 mm,” ungkapnya.

BNN Kota Malang

Menurut Muhlas, total air baku yang dimiliki Perumda Tugu Tirta Kota Malang ada 1.500 liter per detik. Dengan pecahnya pipa transmisi tersebut, kapasitas air baku berkurang sebesar 140 liter per detiknya. Sehingga saat ini jumlah air baku hanya tinggal 1.360 liter per detiknya.

“Kami terpaksa melakukan rekayasa jaringan, yakni dengan membagi debit air dari wilayah lain untuk bisa dialirkan ke wilayah yang terdampak untuk sementara. Satu-satunya solusi harus ganti pipa transmisi tersebut dengan level yang sesuai. Tapi, butuh waktu yang tidak bisa cepat, karena juga harus ada mekanisme administrasi dan pengerjaan proyek,” jelasnya.

Selain melakukan rekayasa jaringan, lanjut Muhlas, pihaknya juga melakukan beberapa upaya lain, yakni melakukan droping air bersih dengan menggunakan mobil tangki dan revitalisasi sumur pompa yang tidak aktif dan penyediaan terminal air.

“Sambil menunggu penggantian pipa tersebut, kami juga mencoba menyambung kembali pipa yang pecah dengan kita tambahkan asesoris pendukung untuk meminimalisir tekanan. Dengan begitu diharapkan tidak pecah dalam kurun waktu 1 bulan atau lebih hingga proses pemasangan pipa baru dilakukan hingga rampung, dengan begitu mungkin persoalan layanan sementara akan teratasi,” terangnya.

Saat ini, tambah Muhlas, pihaknya berharap agar pergantian pipa yang dilakukan oleh Kemen PUPR tersebut segera dilakukan, mengingat ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan dasar warga.

“Untuk yang bantuan, kita tergantung sama yang memberi, prinsip kami menekankan secepatnya. Kalau terminal air yang kita rencanakan kemarin, sudah kami adakan dan sudah kita salurkan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dengan melakukan rekayasa jaringan pipa dan droping air bersih, sekitar 16 ribu warga yang terdampak sudah dapat tertangani.

Sementara itu masih ada sekitar 10 ribu pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang masih diupayakan agar dapat terpenuhi kebutuhan air bersihnya dengan terminal air atau tangki air portabel yang disediakan. (Der/ulm)