Jelang Pilwali 2018 Kota Malang

Perlu Kecermatan, Kemana Arah Suara Golkar?

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko. (Muhammad Choirul)
Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko, mengaku kian intens menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai. Ini semua dilakukan untuk menyongsong Pilwali 2018 mendatang.

Hanya saja, dia enggan menyebut partai mana yang memiliki kans tertinggi untuk berkoalisi. “Sampai hari ini kami semakin intens untuk komunikasi dengan parpol-parpol, utamanya yang kami asumsikan belum secara pasti berkoalisi atau bergabung,” ungkap pria yang akrab disapa Bung Edy ini, Rabu (6/12).

Peta politik di Kota Malang saat ini juga terus dipantau. Sejauh ini, baru terdapat dua poros yang disebut – sebut bakal bertarung dalam pesta demokrasi ini. Poros pertama adalah petahana, HM Anton, yang didukung PKB dan PKS.

Poros kedua adalah koalisi Hanura, PAN, dan PPP yang mengusung Ya’qud Ananda Gudban. Golkar sendiri memiliki lima kursi legislatif, sehingga masih memerlukan koalisi dengan partai lain jika ingin mengusung Pasangan sendiri.

Lalu, kemana arah suara Golkar? “Bisa ikut poros yang sudah ada, bisa bikin poros sendiri, masih dinamis. Kalau ditanya masalah poros, bisa sama-sama atau bangun poros baru. Masih belum bisa disebut lebih mengarah ke mana, belum bisa disimpulkan,” tambah Bung Edy.

Dia menegaskan, perlu kecermatan untuk menentukan pilihan. Beragam faktor diperhitungkan. “Mesti kami hitung secara tepat, agar cita-cita pembangunan Kota Malang ini bisa berlanjut,” pungkasnya.(Coi/Aka)