Pengrajin Kayu Sepi Pembeli, Coba Pasar Online

Muhammad Syaifulloh, Pengrajin Kayu Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu (Achmad Sulchan An Nauri)
Article top ad

MALANGVOICE – Perdagangan kerajinan tangan adalah salah satu dagangan yang merosot penjualannya saat pandemi covid-19 menimpa. Salah satunya adalah pengrajin kayu perabotan rumah tangga.

“Sudah beberapa bulan tidak melakukan pengiriman luar daerah. Karena perintaannya memang tidak ada,” jelas salah satu pengrajin perabotan rumah tangga dari kayu, Muhammad Syaifulloh, Senin (23/11). Saat ditemui di rumahnya yang juga merupakan pabrik pembuatan kerajinan kayu di Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo.

Ia mengaku sekarang hanya memproduksi seribu alat rumah tangga dari kayu. Terdiri dari entong, cobek dan telenan. Jauh dari dulu yang bisa memproduksi hingga kurang lebih dua ribu kerajinan per harinya.

Syaiful sapaan karibnya mengaku tidak mau memproduksi barang dengan jumlah besar karna permintaan yang memang minim. “Roda ekonomi sekarang menurut saya belum kembali pulih. Orang – orang juga malas keluar rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak,” ucapnya.

Kini ia mencoba peruntungan dengan menjual kerajinan tangannya di situs jual beli online. Meskipun permintaan tak sebanyak ketika berjualan secara langsung, ia tetap beryukur akan hal itu.

“Memang kelemahan kalau jual online itu, permintaannya cuma dikit-dikit saja. Tapi untuk sementara waktu ini yang bisa dilakukan, ya maksimal saja,” ujarnya sambil tertawa.

Harga yang dipatok untuk perabotan unik ini cukup bervariasi mulai Rp 7 hingga 20 ribu, tergantung jenis dan ukurannya. Penjualan terbesarnya meliputi Jakarta dan Surabaya.

Kayu yang digunakan juga beragam, dari kayu mahoni, pinus dan jati. “Cuma bisa berdoa semoga pandemi cepat dicabut. Kasian karyawan yang gajinya pas-pasan jika terus seperti ini,” tutupnya.(der)