Penghasilan Anjlok, PKL Tolak Perpanjangan PPKM

Surat Pernyataan menolak PPKM oleh PKL Kota Batu (Aan)
Article top ad

MALANGVOICE – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) semakin melumpuhkan kesejahteraan PKL. Pasalnya, kebanyakan PKL menggelar dagangannya pada malam hari.

Padahal sejak tahun baru 2021 PKL di Kota Batu belum dapat mengembalikan ekonominya. Lantaran pada perayaan tahun baru, Kota Batu senyap wisatawan.

Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kota Batu, Puspita Herdysari mengatakan bahwa kondisi saat ini membuat para PKL sensitif. Bahkan ketika wawancara dilakukan ada PKL yang terlibat baku hantam akibat selisih paham.

“Rasanya seperti otak kita putus, kita semakin sensitif. Jadinya kita saling curiga dan mudah tersulut ekonominya,” jelasnya.

Ia mengatakan rata-rata pendapatan PKL di Alun-alun anjlok sebesar 80 persen. Karena biasanya PKL membuka dagangannya pada pukul 16.00 WIB, mulai beroperasi pada pukul 17.00 WIB dan harus tutup pada pukul 19.00 WIB.

“Kita rata-rata buka hanya dua jam saja. La itu kita mau dapat apa?” keluh Pipit sapaan akrabnya.

Dengan begitu sebanyak 1440 PKL di Kota Batu membuat surat pertanyaan menolak perpanjangan PPKM yang akan diberikan kepada Pemkot Batu. Pipit mengatakan bahwa selama ini PKL terus merugi sehingga membuat para PKL bersikap demikian.

“Kami tahu bahwa ini keputusan ini datangnya dari pusat. Namun kami menyampaikan aspirasi kami kepada Pemkot agar kita diperjuangkan di ranah pusat,” paparnya.

Ia mengatakan bahwa jika PPKM diperpanjang ia mengharapkan agar jam malamnya diperpanjang hingga minimal pukul 22.00 WIB. Agar PKL sempat menjaring beberapa pelanggan.

Pipit menambahkan jika PPKM masih dilakukan dengan jam malam pukul 19.00 WIB. Maka pihaknya akan tetap bertahan berjualan.

“Bukannya kami menolak kebijakannya, kan Kota Batu ini sudah aman sudah masuk zona kuning. Seharusnya bisa sedikit dilonggarkan dengan tetap mematuhi prokes covid-19,” tandasnya.

PKL yang menolak perpanjangan ini ialah PKL dari Pasar laron, Pelaku Niaga Sipil, Ringin, Kartini bawah, food court, Pasar Panggung, kartini atas, Plaza (PP), Panglima Sudirman, Suropati, TMP, Kasiman, Gentengan, Punten, Kali Lanang, Payung, Junrejo, Pendem.(der)