Kemelut MoU Pemkab-PDAM Kota Malang

Pemkot Malang Melunak, Rendra: Seharusnya Sejak Awal

Bupati Malang, Rendra Kresna bersama Mensos RI dan DPR RI dalam acara pencanangan Kampung Siaga Bencana. (Miski)

MALANGVOICE – Permasalahan PDAM Kota Malang dengan Pemkab Malang mulai menemui titik terang. Pemkot Malang dalam waktu dekat akan menemui Bupati Malang, Rendra Kresna, untuk menuntaskan masalah tersebut.

Bupati Malang, Rendra Kresna, menyambut baik langkah Pemkot Malang. Rendra menilai seharusnya upaya tersebut dilakukan sejak awal, sehingga tidak berlarut-larut.

“Baguslah. Seharusnya begitu. Jangan menang-menangan. Kami paham, air dibutuhkan semua pihak,” katanya, Jumat (4/8).

Meski demikian, Rendra belum mendapat kabar kapan perwakilan Pemkot Malang akan menemuinya. “Belum ada surat masuk, saya tahunya dari kalian (awak media),” ujar Ketua DPW Nasdem Jatim ini.

Peningkatan kontribusi PDAM Kota Malang terhadap Pemkab Malang sudah seharusnya dilakukan. Selama ini, PDAM hanya membayar Rp 80 rupiah per meter kubik. Padahal, untuk mempertahankan sumber mata air dibutuhkan biaya cukup besar, termasuk perawatan dan menjaga kondisi lingkungan.

Pihaknya, lanjut Rendra, memberi waktu ke Pemkot Malang supaya segera memutuskan. Tentunya, keputusan atas kesepakatan bersama. Jika tidak, jangan salahkan Pemkab Malang apabila mengambil alih.

“Kalau tidak mau kompromi, kami ubah sistemnya. Biar PDAM Kota Malang beli ke PDAM Kabupaten Malang. PDAM Kota Malang tidak berhak lagi mengelola langsung,” jelasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti