MALANGVOICE– Jalan Rajekwesi, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu atau lebih dikenal dengan jalur alternatif Klemuk kerap dipilih oleh pengendara lalu lintas. Lantaran jalur tersebut mempersingkat waktu tempuh menuju Kota Batu ke Pujon, Kabupaten Malang maupun sebaliknya.
Meski begitu, jalur ini cukup ekstrem dengan turunan yang curam. Sehingga kendaraan rawan mengalami rem blong yang mengakibatkan terjadinya insiden kecelakaan lalu lintas. Para pengendara pun harus ekstra waspada saat melintasi jalur tersebut, jika tidak maka akan menimbulkan celaka.
Karena memiliki risiko tinggi, Pemkot Batu memutuskan menutup sementara Jalur Klemuk hingga 31 Januari nanti. Evaluasi menyeluruh dilakukan sebagai respon penanganan cepat dan terukur demi melindungi keselamatan pengguna jalan. Hasil kajian, DPUPR Kota Batu merencanakan pembuatan sistem trase berkelok untuk mengurangi tingkat kecuraman sekaligus menekan angka kerawanan.
Pembuatan trase berlelok ini sebagai bentuk upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Karena jalur ini merupakan jalur satu arah dan menurun dengan kecuraman tinggi. Hal ini menimbulkan adanya resiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan. Adapun trase sendiri merupakan desain jalan berkelok-kelok yang dibuat agar tingkat kecuraman jalan bisa berkurang. Trase ini penting untuk meminimalkan risiko pengereman panjang atau teris- menerus yang selama ini kerap terjadi di Jalur Klemuk.
”Dengan kelok-kelok jalan ini akan mengurangi tingkat kecuraman sehingga pengguna jalan tidak perlu melakukan pengereman memanjang atau terus- menerus,” jelas Wali Kota Batu, Nurochman.
Pembuatan trase berkelok ini menjadi kebutuhan mendesak. Cak Nur menyampaikan bahwa Pemkot Batu tidak ingin menunggu terjadinya peristiwa yang lebih besar. Sehingga memerlukan penanganan cepat dan terukur demi melindungi keselamatan pengguna jalan.
Diketahui, selama ini kecelakaan di Jalur Klemuk yang sering terjadi adalah pengereman yang gagal fungsi atau rem blong. Hal ini disebabkan pengendara yang melakukan pengereman terus-menerus yang dimulai dari atas atau pintu masuk Jalur Klemuk. Kondisi itulah yang kemudian memicu terjadinya rem blong hingga akhirnya terjadi kecelakaan.
“Dan agar pengereman panjang tidak diperlukan lagi maka perlu trase jalan berkelok sebagai penataan ulang trase alignment vertikal di ruas Jl Rajekwesi,” ujar dia.
Saat ini DPUPR Kota Batu tengah berkoordinasi dengan Perhutani sebagai pihak pengelola hutan di Jalur Klemuk Karena secara teknis permasalahan di ruas Klemuk ada pada alignment vertikal. Kondisi jalan yang terlalu curam menjadi faktor utama tingginya potensi kecelakaan di jalur imi.
Ke depan, DPUPR akan melakukan penataan menyeluruh dan lebih baik terhadap trase jalan di jalur yang ada. Dan alignment jalan mencakup tata letak arah horizontal dan vertikal jalan. Dan hal ini berpengaruh langsung pada keamanan dan kenyamanan pengguna.
Dalam rencana penataan, DPUPR Kota Batu akan mengombinasikan alignment vertikal dan horizontal agar tingkat kecuraman jalan bisa diminimalisir.
“Namun demikian, Pemkot juga mengingatkan bahwa perbaikan infrastruktur yang dilakukan harus diimbangi dengan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu- lintas,” pungkas dia.