Pembakaran Sampah hingga Emisi Kendaraan Bermotor Bikin Skor IKU Merosot

MALANGVOICE– Upaya mengatasi timbulan sampah melalui proses pembakaran memperburuk kualitas udara Kota Batu. Indeks kualitas udara (IKU) berada di angka 73,10 berdasarkan laporan Kaleidoskop Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu 2025. Merosot dibandingkan tahun 2024 yang menunjukkan angka 83,95.

Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, merosotnya IKU menunjukkan adanya tekanan besar pada beban emisi di Kota Batu. Dari hasil pemantauan baku mutu lingkungan hidup, penurunan kualitas udara ini dipicu beberapa faktor seperti perubahan iklim, gas rumah kaca, dan gas metan. Bahkan ia mengakui bahwa capaian IKU hingga saat ini jauh dari target sebelumnya di angka 87,07.

”Namun yang paling mempengaruhi itu adanya soal aktivitas masyarakat bakar-bakar sampah,” ungkap Dian.

Buruknya kualitas udara turut diperparah oleh tingginya aktivitas kendaraan bermotor. Volume kendaraan dipastikan bakal melonjak signifikan saat memasuki masa liburan. Situasi itu turut menyumbang emisi karbon dari bahan bakar fosil.

Tak hanya itu, aktivitas pembangunan infrastruktur serta pembukaan lahan disinyalir turut menyumbang debu partikular ke udara. Soal akurasi data, pemantauan ini dilakukan menggunakan metode active sampler di delapan titik lokasi selama 24 jam penuh untuk mengidentifikasi sumber dan tingkat pencemaran secara akurat.

“DLH Kota Batu kini tengah menyusun strategi untuk melakukan upaya pemulihan kualitas udara. Upaya ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian, tapi juga butuh kolaborasi dan sinergi lintas sektor,” tandasnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait